Generasi Berencana Perlu Kesiapan Mental, Psikis dan Ekonomi Sebelum Memutuskan Menikah

oleh -68 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus mengedukasi generasi muda dalam kegiatan program GenRe (Generasi Berencana) melalui Pelatihan Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Kamis (19/11/2020) lalu.

Kepala Dinsos P3AP2KB, Mundzir mengatakan, Kegiatan ini penting bagi remaja dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga, mengarahkan remaja untuk dapat menyadari peran penting yang akan dijalani sebagai suami/istri dan orang tua.

Masa remaja yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa tentu bukan hal yang mudah untuk dilalui tanpa lingkungan positif yang dapat mendukung berkembangnya kepribadian seorang remaja. PIK-R dengan berbagai kegiatan yang edukatif dan kreatif bagi remaja menjadi salah satu wadah yang dibutuhkan dalam melewati tahap transisi kehdiupannya.

Kegiatan ini, lanjut Mundzir, Pertama, membantu remaja dalam mempersiapkan mental, berlangsung melalui pengalaman-pengalaman kegiatan bersama remaja lainnya dan problem solving di PIK-R sehingga seorang remaja mampu berlatih untuk mengendalikan emosinya dalam proses menuju kestabilan.

Kedua, Membantu remaja mempersiapkan fisik, melalui edukasi tentang kesehatan reproduksi, baik oleh teman sebaya maupun tim ahli (dokter, bidan, pakar kesehatan) yang akan difasilitasi oleh PIK-R dan ketiga Membantu remaja dalam mempersiapkan urusan finansial, melalui kegiatan-kegiatan berwirausaha dan pelatihan life skills, dimana salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih etos kerja dan semangat usaha yang dimiliki seorang remaja agar lebih siap menghadapi tantangan dan tuntutan finansial dalam keluarga.

Dijelaskannya, Pengesahan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 sebagai Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan seperti yang diamanatkan Mahkamah Konstitusi (MK) telah diberlakukan. UU Perkawinan yang baru mengubah batas minimal menikah laki-laki dan perempuan yang akan menikah minimal di usia 19 tahun. Sebelumnya, batas usia menikah bagi laki-laki ialah 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Untuk itu dalam kegiatan itu dia berpesan, ketika sudah ada keinginan menikah maka batas minimal usia untuk menikah harus diperhatikan.

Yakni laki – laki minimal 21 tahun dan perempuan minimal 19 tahun. Selain itu lanjutnya, yang harus dipersiapkan pula adalah mental, psikis serta ekonomi. Dalam diskusi tersebut tidak hanya masalah perkawinan saja yang diulas tetapi juga persoalan – persoalan yang dihadapi oleh remaja. Tentunya imbuh Mundir, diskusi itu akan dipandu oleh Duta GenRe Kudus serta bidang yang mengampunya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :