Gerindra Kudus Tegaskan Dukungan Penuh Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

oleh -264 Dilihat
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus, Sulistyo Utom. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Program swasembada pangan yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus. Dukungan tersebut tidak hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga diwujudkan dengan langkah nyata untuk memperkuat sektor pertanian dan membantu para petani.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kudus, Sulistyo Utomo, mengatakan seruan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan harus dijawab dengan kerja nyata di sektor pertanian. Menurutnya, swasembada pangan bukan sekadar mengejar target produksi, tetapi menjadi bagian penting dari kedaulatan dan ketahanan nasional.

“Seruan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan harus kita jawab dengan kerja nyata di sektor pertanian. Swasembada pangan bukan sekadar target produksi, tetapi merupakan bagian penting dari kedaulatan dan ketahanan nasional,” kata Sulistyo Utomo.

Ia menegaskan, petani merupakan ujung tombak dalam perjuangan mewujudkan kemandirian pangan. Karena itu, para petani harus mendapatkan dukungan nyata agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan.

Menurut Sulistyo, dukungan terhadap petani harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan pupuk dan benih, sistem pengairan yang baik, akses pembiayaan, hingga kepastian harga hasil panen yang memberikan keuntungan layak bagi petani.

“Petani adalah ujung tombak perjuangan tersebut. Karena itu, petani harus mendapatkan dukungan yang nyata, mulai dari ketersediaan pupuk dan benih, pengairan yang baik, akses pembiayaan, kepastian harga hasil panen, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian atau alsintan yang modern dan tepat guna,” ujarnya.

Dukungan terhadap program swasembada pangan tersebut, lanjut Sulistyo, juga diwujudkan melalui inisiasi penyaluran sejumlah alat dan mesin pertanian kepada para petani di Kabupaten Kudus. Keberadaan alsintan diharapkan mampu mendorong mekanisasi dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Alsintan yang disalurkan meliputi 16 unit traktor roda dua, enam unit traktor roda empat, tiga unit traktor roda crawler atau rotavator, sembilan unit pompa air berkapasitas enam inci, 16 unit pompa air tiga inci, serta satu unit combine harvester besar.

Menurutnya, modernisasi alsintan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian. Dengan mekanisasi, proses pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan teknologi pertanian juga diharapkan mampu menekan biaya produksi serta mengurangi potensi kehilangan hasil panen. Namun demikian, modernisasi pertanian harus tetap berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan petani.

“Kita ingin melihat pertanian Indonesia bergerak dari pertanian tradisional menuju pertanian modern, produktif, efisien, dan berbasis teknologi, tanpa meninggalkan kepentingan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan utama, meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian tersebut diklaim lebih cepat dari target awal dan menjadi fondasi penting bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global. Keberhasilan itu sekaligus menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat sektor pertanian dari tingkat nasional hingga daerah.

Sulistyo mengatakan, keberhasilan swasembada pangan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan para petani. Ketersediaan pangan harus tetap terjaga dengan harga yang terjangkau, sementara petani sebagai produsen juga harus mendapatkan keuntungan yang layak.

“Swasembada pangan harus berarti kebutuhan pangan tersedia cukup untuk rakyat dengan harga terjangkau, tetapi di saat yang sama petani mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil kerja kerasnya,” katanya.

Ia berharap program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo dapat menjadi gerakan bersama hingga ke daerah-daerah. Kabupaten Kudus, dengan potensi pertaniannya, diharapkan turut memberikan kontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kerja nyata di sawah adalah langkah nyata menuju Indonesia yang berdaulat pangan. Karena itu, mari kita bersama-sama menguatkan petani dan menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan bangsa,” pungkas Sulistyo. (YM/YM)