Gubernur : Hasil Musyawarah Desa Harus Di Tempel Di Balai Desa

oleh -1,121 kali dibaca

Semarang – Hasil rembug desa yang disepakati seluruh warga dalam musyawarah desa (Musdes) diwajibkan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP untuk ditempel di balai desa dan diawasi bersama. Dengan begitu, masyarakat desa dapat mengetahui berapa dana yang diperoleh desa, digunakan untuk apa, dan apa saja pembangunan yang menjadi prioritas.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu dengan masyarakat Dusun Garon, Desa Candigaron, Sumowono, Minggu (20/3) pagi. Gubernur sendiri datang dengan bersepeda melintasi trek pegunungan sejauh 40 kilometer.

“Tempelo hasile musdes kuwi gen warga liyane padha ngerti apa wae mengko sing arep dibangun (hasil musdesnya ditempel, biar warga tahu apa saja nanti yang akan dibangun). Nanti jika ada kekurangan, dari pemerintah akan membantu,” katanya.

Dirinya menjelaskan, alokasi dana desa yang diberikan pemerintah harus berputar di desa bersangkutan dan tidak boleh keluar. Sehingga, bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.

Kepala Desa Candigaron, Margowanto mengutarakan, masalah di desanya adalah infrastruktur jalan desa sepanjang 13 km yang masih buruk, alokasi dana desa yang masih kurang, dan bangunan pasar Argopolitan yang mangkrak sejak selesai dibangun pada 2003.

“Pasar Argopolitan ini maksud kami ingin dihidupkan kembali sebagai pasar hewan namun terkendala beberapa hal,” harapnya.

Menanggapi masalah itu, gubernur menginstruksikan agar warga bisa langsung memanfaatkan pasar tersebut. Baik untuk menjual hasil bumi maupun ternak. Jika ada yang melarang, dipersilahkan melapor kepada dirinya. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :