Gubernur : Ramadhan Dan Idul Fitri Bahan Pokok Aman

oleh -905 kali dibaca

Semarang,isknews.com  – Pasokan berbagai kebutuhan pokok di Jawa Tengah cukup dan aman untuk menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2016. Karenanya, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP mengimbau agar masyarakat tidak khawatir kekurangan bahan pangan dan terjadi gejolak harga.

“Masyarakat tidak perlu resah, masyarakat jangan gelisah. Untuk mengendalikan gejolak harga, Bulog sudah siap operasi pasar. Kalau diperlukan kabupaten dan kota ada persoalan kenaikan harga, bupati atau walikota telepon gubernur setiap saat,” ujar Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH MIP di sela-sela pantauan pasokan bahan pangan pokok di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Penggaron Kota Semarang, Selasa (7/6).

Gubernur yang didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Ir Djoko Sutrisno MSi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng Prijo Anggoro, Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah V Jateng Iskandar Simorangkir, Kepala Bulog Divisi Regional Jateng Usep Karyana, dan instansi terkait lainnya menjelaskan, untuk mengendalikan harga beras, Bulog sudah siap menggelar operasi pasar di berbagai daerah dengan beras berkualitas bagus seharga Rp 7.900 per kilogram.

“Stok beras Jateng aman sampai 5,5 bulan ke depan atau hingga akhir Desember 2016 sebanyak 200 ribu ton. Apalagi Juni ini, beberapa daerah sudah memasuki musim panen, apalagi persentase serapan gabah tertinggi adalah Jateng,” imbuhnya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, lanjutnya, Bulog telah menyiapkan dua skenario. Yakni daging beku yang dikirim dari Jakarta jika diperlukan dan skenario kedua adalah ketersediaan daging segar dengan melibatkan Bulog dan Dinas Peternakan Provinsi Jateng. Bahkan Dinas Peternakan Jateng sudah menyiapkan rumah pemotongan hewan.

Kebutuhan bahan pokok lainnya seperti daging ayam, gula pasir, bawang merah, dan bawang putih relatif aman. Bahkan beberapa waktu lalu Jateng mengirim bawang merah sebanyak 7 ton ke Sumatera Utara, 2 ton ke Yogyakarta, dan rencananya juga akan mengirim ke Kalimatan Tengah sebanyak 12 ton.

“Jadi kita sudah siap semuanya, namun jika ini tidak terkendali maka kita akan segera intervensi. Hari ini pasokan dan harga dalam kendali yang relatif bagus, hanya Kota Pekalongan yang harganya agak tinggi. Tapi jika Kota Pekalongan perlu diintervensi, pemprov siap mengintervensi,” bebernya.

Senada dikatakan General Manajer Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) PPI Semarang, Konsep Ginting. Dia mengatakan, hingga awal Ramadhan ini, pasokan gula pasir di Jateng aman. Stok gula pasir produk lokal untuk operasi pasar di seluruh daerah di Jateng sebanyak 190 ribu ton dengan harga Rp 12 ribu per kilogram.

Terkait harga gula pasir yang terus meroket sejak beberapa hari terakhir, yakni sekitar Rp 15 ribu per kilogram, pihaknya terus berupaya menstabilkan harga melalui operasi pasar yang telah digelar di beberapa daerah. Antara lain Kabupaten Grobogan, Pemalang, Klaten, Blora, dan Kota Semarang dengan total gula yang sudah tersalurkan sampai awal Juni 2016 sebanyak 200 ton.

“Kami juga bekerjasama dengan Disperindag dan pemerintah pusat supaya harga jual gula di pasaran Rp 13 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang ayam di RPU Penggaron bernama Ramen mengatakan, pasokan berbagai jenis ayam seperti ayam kampung, boiler, maupun horn masih lancar dan belum mengalami kenaikan harga yang signifikan. Harga boiler pejantan hidup Rp antara Rp 20-25 ribu ukuran sedang, ayam kampung 60-Rp 70 ribu per ekor.

“Biasanya harga mulai naik saat mendekati Lebaran, dari Rp 25 menjadi Rp 35 ribu per ekor. Harga ayam Kampung dari Rp 70 ribu bisa menjadi Rp 90 – Rp 100 ribu per ekor,” kata pedagang asal Purwodadi tersebut.

Selain memantau pasokan dan harga ayam di RPU Penggaron, gubernur dan rombongan juga mengecek stok beras di Gudang Bulog Baru Palebon Sub Divisi Regional Semarang, dan gudang gula pasir di Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) PPI di Kompleks Kota Lama Semarang.

Sehari sebelumnya, Senin (6/6) Gubernur Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Johar di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, para pedagang termasuk pedagang ayam mengaku tidak mengalami kesulitan mendapatkan pasokan daging ayam untuk kebutuhan Ramadhan hingga Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu, gubernur meminta para distributor agar tidak mempermainkan harga, terutama saat bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Sebab, biasanya saat kebutuhan pangan masyarakat meningkat, rawan terjadi permainan harga oleh distributor nakal. Apabila ditemukan distributor melakukan permainan harga, harus ditindak hukum. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :