Gudang Beras di Jakenan Pati, dikunjungi Kementrian Pertanian Bersama Tim Sergap Mabesad Dan Mabes Polri

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Kementrian Pertanian bersama tim sergap Mabesad ( markas besar TNI Angkatan Darat ) dan Mabes Polri lakukan kunjungan di UD WAHYU ABADI Desa Sembaragung Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati. Selasa (19/09/2017).

Usaha Dagang WAHYU ABADI milik Wartoyo tersebut merupakan mitra dari Bulog yang bergerak di bidang ketahanan pangan. Maka dari itu, dalam rangka menyukseskan swasembada pangan Nasional Kementrian Pertanian bersama tim Sergap dari Markas Besar TNI angkatan Darat dan Mabes Polri mengadakan kunjungan di tempat tersebut.

Staf Kasad dari Tim Khusus Pangan Mayjen TNI Bambang Suharyono bersama Irjen Pol Eko Hadi Sutejo dari Analisis Kebijakan Utama Bidang Jianstra Mabes Polri dan Dr. Ir. Sam Harodian yang didampingi Dr. Mat Syukur dari Kementrian pertanian pada kunjungannya di UD Wahyu Abadi Sembatur Agung Jakenan tersebut disambut oleh Dandim 0718 Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, S.Sos bersama Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Sik dan Kepala Bulog Subdriv II Pati Ahmad Kholisun, SH. MH, Jajaran Muspika Jakenan, Kades Sembatur Agung Dwi Tantri Wurjayanti, SE, H. Wartoyo pemilik UD Wahyu Abadi.

TRENDING :  Danrem 073 Mangkutarama Kunjungi Bhakti Sosial Bersama Gus Durian
TRENDING :  Revitalisasi Tahap II Pasar Rogowongso Pati Rampung

Selain meninjau lokasi, Tim khusus pangan juga mengecek stok beras yang tersimpan di gudang serta membahas beberapa hal diantaranya, Serapan gabah yang masuk ke bulog apakah sudah memenuhi target atau belum serta tepat sasaran atau tidak Upaya-upaya dari pemerintah untuk membantu serta mendampingi masyarakat dalam bercocok tanam dan Membahas Kendala serta solusi untuk petani sebagai rekanan bulog.

TRENDING :  Peringati Hari Anti Korupsi, Mahasiswa PMII Demo di DPRD Pati

Dalam kesempatan itu Mayjen Bambang Suharyanto menegaskan, menjadi mitra Bulog harus secara kontinyu artinya disaat harga beras murah harus tetep menjadi mitra, Jangan hanya disaat harga beras mahal baru ramai-ramai menjadi mitra bulog. (Pgj)

KOMENTAR SEDULUR ISK :