Kudus, isknews.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati oleh dua warga desa di wilayah Kecamatan Mejobo Kudus, yakni Desa Kirig dan Desa Mejobo. Peringatan tersebut juga sekaligus memperingati Haul Mbah Suryo Kusumo, Minggu (10/11/2019).
Menurut penggagas kirab budaya yang juga tokoh masyarakat desa Mejobo, Sakdiyanto, Mbah Suryo Kusumo adalah seorang tokoh yang dipercaya sebagai cikal bakal Desa Mejobo.

“Sehingga, asal usul desa tersebut, tidak bisa dipisahkan dari jasa dan perjuangan Waliyullah yang bergelar Assayyid Ahmad Ba Faqih itu.” katanya.
Kegiatan kirab yang mengambil start di Balai Desa Kirig itu berlangsung dengan meriah. Dengan mengenakan pakaian adat kudusan, busana tempo dulu hingga baju adat nusantara para rombongan kirab menggarak belasan gunungan dari hasil perekonomian masyarakat. Seperti kerupuk, tahu, siomay, sayuran dan buah-buahan.
Sakdiyanto juga menyebut kirab ini selain menjadi ajang silaturrahim warga. Juga menjadi ajang pengenalan kebudayaan dan potensi perekonomian masyarakat.

“Seluruh gunungan ini tadi merupakan produk UMKM di Mejobo. Potensi ini yang coba kita dongkrak,” ujar anggota Komisi B itu.
Tak hanya aneka produk UMKM yang memeriahkan kirab tersebut. Kreatifitas masyarakat dan pelajar, serta kesenian lokal seperti barongan juga turut mewarnai dan menyemarakkan kegiatan kirab.

Dijelaskannya, peringatan kirab ini merupakan bagian dari rangkaian acara haul Mbah Suryo Kusumo. Pasca acara kirab tersebut, akan dilakukan beberapa acara lainnya antara lain pengajian, buka luwur dan khatmil qur’an.
Peningkatan jumlah kontingen kirab maupun penonton dinilainya sebagai sebuah angin segar, bagi keberlangsungan tradisi tersebut.
“Semoga tradisi ini bisa terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya,” harapnya singkat.
Pihaknya juga menaruh harapan besar terkait peningkatan daya saing dan daya jual produk – produk UMKM di Mejobo.(YM/YM)










