Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan pentingnya peningkatan kapabilitas guru sebagai kunci pendidikan yang relevan di era digital.
Pesan itu ia sampaikan saat membuka Pekan Olahraga, Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) dalam rangka HUT ke-80 PGRI di SMP 2 Gebog, Senin (17/11/2025).
Menurut Sam’ani, perkembangan teknologi saat ini bergerak begitu cepat sehingga guru harus mampu menyesuaikan diri.
Ia menekankan bahwa pendidik tak boleh lagi terpaku pada pola pikir konvensional yang memposisikan murid sekadar sebagai objek pembelajaran.
“Zaman sudah modern, murid sudah pintar-pintar, jangan kalah sama murid,” ujarnya di hadapan ratusan guru.
Bupati menambahkan, para guru memiliki peran penting membentuk generasi masa depan Kudus.
Karena itu, peningkatan kemampuan diri merupakan keharusan untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan, terutama menjelang pencapaian Generasi Emas 2045.
“Jangan sampai ketinggalan zaman, terus belajar untuk bagaimana mengarahkan dan membimbing anak berprestasi, untuk Generasi Emas 2045 nanti,” tegasnya.
Sam’ani juga menilai bahwa Porsenijar bukan hanya ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi ruang penting membangun jejaring serta mempererat sinergi antarguru.
Ia menyebut, hubungan yang baik antarpendidik maupun antar satuan pendidikan akan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat di Kudus.
“Semangat terus, jaga sportivitas, jaga silaturahmi. Untuk para guru, karena kalau guru sehat, kuat, nanti akan punya kinerja baik dan berdampak pada murid yang berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kudus, Ahadi Setiawan, mengatakan bahwa berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk perayaan HUT PGRI kali ini. Pada hari pertama, digelar lomba voli antar guru perwakilan sembilan kecamatan.
Selanjutnya, pada 21 November 2025, PGRI akan menggelar Fun Game berisi lomba paduan suara dan mini soccer usia 50 tahun. Seluruh kegiatan dipusatkan di Pendapa Kabupaten Kudus sebagai ajang memperkuat kebersamaan guru.
“Semoga dengan berbagai kegiatan yang kita lakukan, dapat meningkatkan kekompakan guru di Kudus, dan nanti berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan di Kudus,” ujarnya. (YM/YM)







