Hadapi Industri 4.0, Generasi Muda Diajak Kuasai Bahasa Inggris

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Generasi muda dituntut untuk siap menghadapi persaingan global dalam era revolusi industri 4.0. Penguasaan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global menjadi salah satu kemampuan wajib pada era persaingan SDM. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan The 3rd International Conference on Teaching English to Young Leaners in Indonesia (TEYLIN). Kegiatan itu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dengan hadirnya Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo di Hotel Griptha, Jumat (20-09-2019).

Dalam era globalisasi saat ini, pemerintah daerah mempunyai visi dan misi untuk mewujudkan Kudus sebagai kota modern, religius, cerdas dan sejahtera. Pada ke empat pilar tersebut, bidang pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang modern dan cerdas. “Atas nama pemerintah daerah, saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya strategis dalam menyiapkan generasi tangguh di masa depan,” ujarnya.

TRENDING :  Disdikpora Gelar Sosialisasi Penyaluran DAK BOP PAUD

Generasi muda dituntut untuk siap menghadapi persaingan global dalam era revolusi industri 4.0 ( Foto : Istimewa )

Pada dunia kerja, bahasa Inggris banyak diterapkan sebagai bahasa utama dalam komunikasi di era revolusi industri 4.0. Karena Bahasa Inggris selalu digunakan sebagai bahasa utama dalam sistem digital industri yang berjalan pada era sekarang. Oleh karenanya, H.M. Hartopo menilai, kefasihan generasi muda dalam berbahasa Inggris mampu meningkatkan daya saing SDM pada persaingan tenaga kerja yang semakin terbuka.

TRENDING :  Jemput Bola Petugas Disdukcapil Datangi Rumah Rumah Warga Yang Belum Lakukan Perekaman e - KTP

“Revolusi industri 4.0 membawa banyak perubahan sebagai penerapan sistem ekonomi digital yang saat ini mau tak mau harus mengikuti perubahan zaman, agar tak tertinggal. Bekerja keras mendalami dan fasih bahasa inggris sebagai bahasa internasional di zaman globalisasai sekarang ini,” tuturnya.

Pemkab Kudus berencana akan terus melakukan upaya dalam mencetak SDM yang menguasai Bahasa Inggris. Dengan menggandeng Disdikpora Kabupaten Kudus dan UMK, H.M. Hartopo mengungkapkan, kedepan perlu adanya pencanangan area wajib menggunakan Inggris atau Kampung Bahasa Inggris. Sehingga dengan adanya hal tersebut, masyarakat khususnya generasi muda dari kalangan pelajar dapat belajar Bahasa Inggris melalui praktek langsung.

TRENDING :  Program BPNT Kudus Akan Diluncurkan Bulan Oktober

“Perlu adanya Kampung Bahasa Inggris, dimana apabila berada di area tersebut wajib berdialog dengan Bahasa Inggris, supaya masyarakat bisa belajar secara autodidak, bukan hanya dengan teori-teori. Di era globalisasi perlu berfikir cerdas karena ini zamannya teknologi. Saat ini Bahasa Inggris sangat luar biasa pentingnya,” pungkasnya. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :