Hadir di Festival Dolanan, Kementerian Tawarkan Arah Baru Pengembangan Museum Patiayam

oleh -312 Dilihat
Keseruan anak-anak saat mencoba bermain enggrang di acara Festival Dolanan Anak Tradisional yang digelar di kawasan museum Patiayam pada Sabtu, 22 November 2025. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Kementerian Kebudayaan RI menegaskan perlunya arah baru dalam pengembangan Museum Situs Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Sorotan tersebut disampaikan langsung saat perhelatan Festival Dolanan Anak Tradisional yang digelar di kawasan museum pada Sabtu, 22 November 2025.

Kepala Subdirektorat Pemeliharaan dan Pengembangan Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Brahmantara, menilai Museum Patiayam memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih dari sekadar ruang penyimpanan artefak prasejarah.

Museum dinilai mampu menjadi sumber inspirasi ekonomi kreatif berbasis sejarah jika dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.

“Pengembangan ke depan seharusnya menjadikan peninggalan ini tidak hanya semata sebagai dokumentasi, tapi sebagai nilai penting, bagaimana nilai penting itu diaktualisasi menjadi pengembangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, kekayaan sejarah yang dimiliki Museum Patiayam dapat menjadi inspirasi bisnisp kreatif di kawasan sekitar museum. Peluang tersebut termasuk pemanfaatan desain artefak sebagai motif batik, merchandise, hingga produk UMKM khas yang bisa menjadi identitas lokal.

“Contohnya, desain peninggalan sejarah di museum bisa menjadi motif batik, merchandise, yang lebih banyak menggandeng UMKM di Kabupaten Kudus,” jelasnya.

Brahmantara menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, komunitas budaya, hingga pelaku usaha.

Keseruan anak-anak saat bermain di festival Dolanan Anak Tradisional .

Ia menyebut komunitas sebagai elemen yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan objek pemajuan kebudayaan.

“Jangan lupa, komunitas itu menjadi suatu entitas yang sangat luar biasa, menjadi garda terdepan dalam pelestari OPK (Objek Pemajuan Kebudayaan),” tandasnya.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian Kebudayaan juga menyerahkan hibah pembangunan musala dan penataan lingkungan Museum Patiayam. Dukungan itu diharapkan mendorong pengelola untuk lebih progresif menghidupkan museum.

“Harapannya, ini menjadi semangat bagi pengelola untuk mengembangkan museum lebih masif lagi,” katanya.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Agus Susanto, menambahkan bahwa pihaknya terus mengupayakan transformasi Museum Patiayam sebagai ruang publik edukatif.

Berbagai kegiatan kini diarahkan agar museum menjadi tempat yang menarik dan ramah bagi masyarakat, termasuk anak-anak.

“Seperti hari ini diselenggarakan Festival Dolanan Anak Tradisional sebagai upaya untuk memanfaatkan museum sebagai ruang publik bagi anak-anak,” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :