Halifia Wakil Kudus Yang Lolos Karantina dan Raih Beasiswa Bulutangkis PB Djarum

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, ISKNEWS.COM – Setelah melewati tahap sengit dan ketat pada audisi umum beberapa waktu lalu, akhirnya gadis manis Halifia Usni Pratiwi (9 tahun) warga Desa Sadang RT 5 RW 1 Jekulo Kudus berhasil meraih beasiswa bulutangkis dan masuk PB Djarum.

Halifia, panggilan akrabnya, merupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang lahir dari pasangan Dwi Anggraini (31 tahun), seorang ibu rumah tangga, dan Usodo (41 tahun), buruh di salah satu perusahaan di Kudus.

Bocah kelahiran 16 januari 2009 itu masih duduk di kelas 4 SD 1 Sadang Jekulo, dan tercatat sebagai anak asuh binaan bulutangkis dari PB Efran Kudus. Ia mendaftar audisi umum kota ke 4 di Surabaya selain dari keinginan kuat juga atas dorongan dari klub yang sudah membinanya. Pada saat itu, Ia berhasil lolos meraih super tiket kategori U-11 untuk melaju ke Final di Kota Kudus.

TRENDING :  Wow! Seluruh Puskesmas di Kudus Telah Tersedia Layanan Konsultasi Jiwa

Usodo, ayah Halifia menceritakan, kenapa memilih Surabaya dulu untuk mendaftar, alasannya kota tersebut merupakan Kota audisi umum selain Kudus yang dekat dari tempat tinggalnya, “Sebab, rencananya dulu jika di Surabaya tidak lolos, maka masih ada kesempatan untuk daftar audisi, yakni di Kota Kudus,” ujarnya di dampingi istri, saat ditemui isknews.com usai pengumuman beasiswa di GOR Djarum Jati Kudus, Sabtu (15/9/2018).

TRENDING :  Ini Dokumen Penting, Ayo Jangan Terlambat Urus Akta Kelahiran Anak
ISKNEWS.COM
Usai membuka amplop kemenangan, Halifia foto bersama didampingi kedua orang tuanya Dwi Anggraini dan Usodo. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Selain itu, lanjut Usodo, Bakatnya memang sudah terlihat sejak usia dini, Ia sering dan suka melihat tontonan pertandingan bulutangkis di televisi. “Keturunan dari saudaranya juga tidak ada, jadi bakatnya memang sudah terasah sejak kecil dan dari keinginan sendiri tentunya,” bebernya.

Beberapa kejuaraan juga pernah disandangnya, yakni Juara di Turnamen Muria Cup, Kretek Cup (kelas 3 SD) dan POPDA, saat itu masih kelas 2 SD. “Sebagai orang tua, saya hanya bisa memberi dukungan, semangat dan motivasi kepada anak saya. Kebetulan lagi tempat Ia belajar bulutangkis juga masih satu kota dengan domisili, jadi masih bisa dijangkau,” tambahnya.

TRENDING :  Kudus Raih Juara 1 Geguritan dan Juara 2 Voli Pada Porseni Penilik se Jateng

Ia berharap, semoga anaknya bisa menjalani pendidikan bulutangkis dengan sebaik-baiknya. “Apalagi di PB Djarum mempunyai fasilitas bagus dan terjamin, saya yakin semoga anak saya bisa meraih yang diimpikan dan bisa menyusul jejak prestasi legenda bulu tangkis Dunia asal Kudus, Lim Swie King,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :