Hampir 30% Target Realisasi Perolehan Pajak Reklame di Kudus Tercapai di Triwulan Satu

oleh -398 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus mencatatkan realisasi penerimaan pajak 2021, sampai 19 April 2021 ini mencapai Rp 36,759 miliar atau sebesar 29,23 persen dari target Rp 125,762 miliar.

Kepala BPPKAD Kabupaten Kudus Eko Djumartono melalui Kabid Perencanaan dan Operasi Pendapatan Daerah, Famny Dwi Arfana mengatakan, meski masih dalam kondisi pandemi COVID-19, sejumlah sektor penyumbang pajak tetap berjalan.

“Kecuali pajak pengambilan bahan galian golongan C adan mineral bukan logam dan batuan. Sampai saat ini masih nol alias tidak ada pendapatan,” kata Famny, Senin (19/04/2021).

Dia menuturkan, dari 11 sektor penyumbang pajak daerah Kabupaten Kudus, tertinggi masih pada sektor penerangan jalan yaitu sebesar Rp 51,7 miliar dan sudah terealisasi sebesar Rp 15,183 miliar. Sedang penyumbang pajak daerah terendah adalah pajak sarang walet, dengan target Rp 10,8 juta dan sudah terealisasi Rp 1,6 juta.

Tertinggi kedua yakni pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar Rp 13,587 miliar, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBBP2) sebesar Rp 2,92 miliar, pajak restoran sebesar Rp 2,16 miliar dan pajak reklame Rp 1,09 miliar.

“Target pendapatan pajak sarang walet tahun ini diturunkan, dari 17,8 juta pada 2020, kini menjadi Rp 10,8 juta. Sebab memang tidak ada perusahaan besar lagi di Kudus,” paparnya.

Lebih lanjut, sedangkan target pendapatan pajak daerah lain yang hingga kini masih dinilai besar, seperti halnya pajak hotel yang kini sudah terealisasi sebesar Rp 681 juta dari target Rp 2,6 miliar. Selanjutnya pajak hiburan saat ini sudah terealisasi Rp 63 juta dari target Rp 553 juta, pajak parkir dari terealiasi Rp 64,8 juta dari target Rp 616 juta.

“Pajak air tanah juga masih cukup besar dengan target Rp 2,7 miliar, dan saat sekarang sudah terealisasi Rp 998 juta,” tutupnya.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :