Harga Cabai Merosot, Petani Cabai : Ini Dampak PPKM

oleh -367 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Harga cabai merah keriting di Kabupaten Kudus mengalami penurunan hingga di bawah 10 ribu per kilo. Turunnya cabai merah keriting ini disebabkan dengan adanya kebijakan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang diperpanjang sampai 2 Agustus 2021.

Hal ini dikeluhkan Widi salah satu petani cabai asal Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. “Adanya penyekatan-penyekatan di pasar. Jadi para pembeli jadi takut ke pasar. Sudah dua bulan pasar sepi,” kata Widi saat ditemui di sawah, Sabtu (31/7/2021).

Lanjut Widi, turunya harga cabai hingga 5-6 ribu per kilo menjadikan dirinya rugi hingga 70 persen. Pasalnya, untuk perawatan dan ongkos obat sendiri mahal.

“Saya baru menjual 3 kwintal cabai. Itu saja belum balik modal. Hanya cukup untuk membayar pekerja,” ucapnya.

Karena tidak ada harapan lagi, tambah Widi, pihaknya mencabuti tanaman cabainya agar bisa ditanami tanaman yang berpotensi menjadi uang.

“Ini cabai saya cabutin(tanaman cabai), mau tak ganti jagung,” tandas dia.

Penurunan harga cabai ini adalah harga paling rwndah selama ia menjadi petani cabai.

“Tahun kemarin (2020) meski sudah ada corona, harga paling murah 15 ribu per kilo,” jelasnya.

Ia berharap, semoga pemerintah dapat membatu petani cabai dengan menjadikan harga cabai diatas 10 ribu per kilo.

“Harapan petani seperti saya semoga harga bisa 10 ribu lebih lah, biar petani bangkit bisa buat modal lagi,” harapnya.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :