Harga Pangan Masih Mahal

oleh -906 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Mendekati bulan puasa harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Kudus masih dikeluhkan masyarakat. Hal itu karena harga yang ada saat ini dianggap terlalu mahal dan tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima per harinya

image

Salah seorang pengunjung Pasar Bareng Suminah mengatakan, hampir semua sembako mahal harganya. “Terutama harga gula, daging, bawang merah, dan telur. Dari beberapa bulan terakhir belum ada tanda penurunan harga, bahkan cenderung terus mengalami kenaikan,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Budi, salah seorang pedagang Pasar Brayung yang menjual daging sapi dan kerbau. Menurutnya sudah beberapa bulan terakhir harga daging cukup tinggi, diatas Rp 100 ribu. Meski begitu dirinya mengaku tidak berpengaruh pada daya beli masyarakat.

“Masih sama tidak berkurang sama sekali, tiap hari ramai pembeli meskipun harga daging tergolong mahal,” kata Budi.

Dia menjelaskan, harga daging kerbau saat ini berkisar antara Rp 110 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram. Sedangkan daging sapi Rp 95 ribu hingga Rp 105 ribu per kilogram. “Harga itu tergolong stabil, karena sudah beberapa bulan terakhir memang segitu harganya tidak ada kenaikan yang cukup berarti. Biasanya kenaikan akan terjadi menjelang lebaran, harganya bisa melambung mencapai Rp 140 ribu per kilogram,” terangnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Prngelolaan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, harga sejumlah komoditas masih cenderung stabil dengan minggu kemarin. Seperti harga gula yang masih bertahan kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram. Beras antara Rp 8.500 hingga Rp 9 ribu per kilogram, dan telur ayam negeri Rp 20 ribu per kilogram.

Sedangkan harga yang masih tergolong mahal masih ada seperti bawang merah antara Rp 37 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, dan ikan gabus yang mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Untuk daging ayam ras masih normal berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 33 ribu per kilogram, dan ayam kampung Rp 55 ribu per kilogram. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :