Kudus, isknews.com – Dalam memperingati Hari Anak Nasional ke-41, pemerintah Kabupaten Kudus bekerja sama dengan SMK Raden Umar Said Kudus menghadirkan karakter Waka Kibo di pendopo Kabupaten Kudus. Kehadiran Waka Kibo menjadi salah satu dari banyaknya serangkaian acara yang telah berlangsung sejak 23 Juli 2025, mulai dari permainan anak-anak tradisional, permainan olahraga, santunan kepada anak-anak Yayasan Setara, hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk anak-anak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AP2KB) Kabupaten Kudus, Satriya Agus Himawan mengatakan bahwa Waka Kibo merupakan film animasi yang ramah anak, mendidik, dan juga edukatif.
“Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat, khususnya orang tua bahwa kita punya keuntungan yang edukatif, bagus, dan ramah anak, salah satunya adalah Waka Kibo Series. Waka Kibo ini produk lokal Kudus yang dikerjakan oleh anak-anak SMK Raden Umar Said Kudus. Dan Waka Kibo juga sudah mendapatkan penghargaan dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia),” ungkap Satriya.
Satriya menambahkan bahwa peringatan Hari Anak Nasional ke-41 mengajak para orang tua untuk sigap memilah tontonan yang layak untuk anak-anak. Anak-anak dalam kehidupan sosial tidak hanya berperan sebagai objek, melainkan juga berperan sebagai subjek.
“Dengan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat. Menuju Indonesia Emas 20145”, tontonan yang dikonsumsi oleh anak itu harus berubah menjadi tontonan yang layak. Haknya harus dipenuhi, kemudian mereka juga tidak lagi dijadikan sebagai objek, tetapi juga dijadikan sebagai objek,” ujar Satriya.
Mantan kepala sekolah Kelompok bermain (KB) dan Raudhatul Athfal (RA) Nahdlatul Ulama (NU) Terpadu Nurul Huda, Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Siti menyampaikan bahwa kehadiran karakter Waka Kibo dapat menjadi panutan oleh anak-anak yang masih dalam tahap belajar.
“Tadi tokoh-tokoh yang diperankan itu ada pesan moral, contohnya seperti cara bersosial dengan baik. Jadi itu karakter anak, dimana anak itu akan berpikir, contohnya tidak berebut. Harapannya supaya anak-anak Indonesia, terutama anak-anak di Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) kita ini melihat film yang ada pesan moral, dan sosialnya yang lebih baik,” pungkas Siti. (Sekar)







