Hari Bumi, UMK dan CBSUA Philipina Gelar Seminar Bersama

oleh -339 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Universitas Muria Kudus memperingati Hari Bumi dengan menggelar seminar internasional yang dilaksanakan dengan perguruan tinggi dari Philipina, Central Bicol State University Of Agriculture. Dosen UMK menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan bertajuk Dantay Interntional Commemoration of Earth Day in the New Normal.

Narasumber dari UMK Nugraini Aprilia, M.Psi.,Psikolog mengatakan, untuk menyelamatkan lingkungan, butuh perubahan mindset. Untuk merubah itu harus ada informasi yang diberikan tentang lingkungan. “Akan lebih efektif ketika informasi dikemas sesuai dengan kondisi lingkungan sekitarnya,” kata dosen psikologi lingkungan UMK saat seminar ,Kamis (22/4/2021).

Dengan informasi yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar, harapannya masyarakat bisa memahami pentingnya menjaga lingkungan. Karena mereka memang merasakan sendiri, dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Selain itu, informasi yang disajikan juga harus aktual, sehingga masyarakat mendapatkan pengetahuan baru. Sehingga akan tergerak dalam proses perbaikan lingkungan.

Narasumber lain dari Philipina Voltaire Alferez mengatakan, kerusakan lingkungan memang sudah terjadi saat ini. Bahkan hutan di negaranya hanya tinggal tiga persen saja, sehingga butuh kerja keras bersama untuk memperbaikinya.

Sebenarnya, ketika kita melakukan perbaikan lingkungan, maka sebenarnya semuanya itu bermanfaat bagi kita saat ini dan anak-kita di masa depan. Sehingga menurutnya, setiap hari adalah hari bumi dimana kita terus melakukan perbaikan. “Kita itu lebih membutuhkan bumi daripada bumi membutuhkan kita,” terangnya.

Untuk itu semua orang harus melakukan gerakan untuk perbaikan, seperti melakukan daur ulang, menanam pohon atau lainnya. Karena tanpa gerakan itu, tentu kerusakan lingkungan akan semakin parah.

Sementara itu, rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si mengatakan, pandemi seperti saat ini justru dijadikan momentum untuk menjadikan bumi lebih baik lagi. Apalagi kerusakan lingkungan saat ini diakui atau tidak memang akibat ulah manusia itu sendiri.

Sehingga dirinya berharap agar semua orang jauh lebih peduli lagi kepada lingkungan untuk keberlangsungan masa depan. Perbaikan tentu harus dilakukan mulai saat ini, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :