Hari Ini Batas Akhir Pendaftaran Manajer Persiku, Pansel Tumpuan Publik Bola Kudus Pilih Figur Tepat dan Kuat

oleh -421 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Hari ini 8 Februari merupakan hari terakhir yang ditetapkan oleh Panitiya seleksi (Pansel) untuk mendaftar sebagai calon Manajer Tim Persiku Kudus. Sebelumnya Askab PSSI Kabupaten Kudus telah membentuk Pansel untuk mencari figur yang terpilih menjadi manajer Tim berjuluk Macan Muria ini.

Diumumkan oleh Pansel pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 28 Januari hingga 8 Februari 2020 hari ini, yang dilanjut dengan Verifikasi 10 hingga15 Februari dan akan diumumkan manajer terpilih pada 17 Februari mendatang.

Meski saat berita ini ditulis baru satu pendaftar yang resmi mengembalikan berkas pendaftaran, namun diperkirakan pada hari terakhir ini akan ada nama-nama yang menyusul maju dalam seleksi.

Mimpi besar untuk meningkatkan prestasi Persiku Kudus sangat tergantung kepedulian publik. Salah satunya, kejelian memilih sosok manajer Persiku musim kompetisi tahun ini. Persoalan apakah Tim Kota Keretek akan selalu berjuang di Liga 3 atau diupayakan berlaga di Liga 2, harus didukung semua komponen terkait.

Banyak pihak menilai penyeleksian manajer Persiku menggunakan modal panitia seleksi (Pansel) seperti yang saat ini berlangsung, merupakan format awal yang menjanjikan. Artinya keberadaan Pansel menjadi tumpuan publik bola di Kudus untuk memilih figur yang tepat dan kuat dari sisi manajerial dan tentunya finansial.

Gambar ilustrasi skuad tim Persiku saat merayakan kemenangannya (Foto: YM)

Sosok yang nantinya dipilih menduduki posisi manajer, harus mendapat penilaian positif dari perwakilan Askab PSSI, KONI, Disdikpora dan suporter. Masing-masing anggota Pansel mempunyai hak menanyakan visi misi serta komitmen calon manajer saat digelar verifikasi, pekan depan.

”Komitmen meningkatkan prestasi tim harus dibuktikan,” kata perwakilan Pansel, Syafiq Arrosyid.

Persiku tumbuh bersama dinamika masyarakat Kudus. Tentu, di dalamnya tidak dapat dikesampingkan pengembangan cabang olahraga lainnya.

Hanya saja, sebagai olahraga publik, Persiku mempunyai tempat tersendiri. ”Tim tersebut selalu dapat menyedot massa dalam jumlah banyak,” tandasnya.

Menurut salah satu pilar Persiku di era 2007-an, Agus Santiko, dahulu, Persiku beranjak dari semangat untuk meningkatkan prestasi sepak bola di Kudus.

Saat itu dan juga saat sekarang, potensi sepak bola di kawasan lereng pegunungan Muria sangat berlimpah. Kehadiran tim seolah menyemangati semua pihak untuk dapat melakukan sesuatu. Target utama yakni peningkatan prestasi, bukan hal lainnya. ”Semua dilakukan untuk Persiku,” imbuhnya.

Kontribusi Hal senada disampaikan penjaga gawang Persiku di era 1975-1976, Peter Muhammad Farouq. Saat sekarang kemungkinan menjadi momen yang tepat bagi kebangkitan Persiku.

Semua pihak mempunyai kontribusi untuk dapat memajukan dan membangkitkan tim. Persoalannya, nasib Tim Kota Keretek saat ini sangat ditentukan kepedulian publik.

Tanpa dukungan masyarakat di lereng Muria, dipastikan kesebelasan wong Kudus mengalami masalah besar, seperti yang terjadi pada musim kompetisi sebelumnya.

Persiku harus dicarikan solusi terkait pendanaan dan tidak hanya bergantung pada APBD. Sumber apapun harus ditransparansinya penggunaannya.

Melalui cara seperti itu, kepercayaan publik akan terjaga. ”Itu menjadi modal kuat untuk mendapat kepercayaan dan keperdulian publik,” tandasnya.

Tanpa dukungan masyarakat Kota Keretek pihaknya yakin Persiku tidak akan melaju apalagi bangkit. Kini, nasib Persiku dikembalikan kepada masyarakat Kudus, apakah hanya cukup bertahap, berprestasi atau tinggal nama saja. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.