Hari Pers Nasional 2024, Media Diminta Berpegang Teguh Pada Independensi

oleh -1,020 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2024, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus meminta kepada rekan-rekan media untuk memperkuat independensi.

Terlebih, bangsa Indonesia saat ini sedang bersiap menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada Rabu (14/2/2024).

Dewan Penasehat PWI Kudus, Deka Hendratmanto mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) kepada media-media yang bernaung dibawah PWI Kudus. Dia sebenarnya menginginkan perayaan HPN digelar pada Jumat (9/2/2024) kemarin.

“Sebenarnya saya ingin perayaan digelar pekan kemarin. Tetapi sayangnya ngepas weekend dan pulang. Akhirnya saya sepakat mengadakan Senin (12/2/2024) ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mengacu pada amanat Undang-Undang (UU) pers, media harus berpegang teguh pada independensi. Artinya, memiliki kebebasan dalam hal apapun. Seperti, membuat penulisan berita dan keputusan yang bebas.

“Mau kebelakang, kekiri, kekanan dan tidak kemanapun juga boleh. Itu dalam arti positif. Intinya merdeka,” terangnya.

Lebih lanjut, jika dalam konteks negatif masuknya dalam kategori anarki. Seperti, menjadi insan pers yang ngawur dan lain-lain. Dengan demikian, maka adanya UU tersebut dapat membatasi hal negatif, maka munculah independensi.

“Kita juga sudah berdiri di dua kaki. Sebagai manusia punya hak pilih dan tak lepas dari profesi kita. Intinya kita harus independen,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kudus, Saiful Annas berpesan kepada insan pers untuk terus belajar. Jangan hanya membuat berita saja, tapi tak memiliki keinginan untuk membaca refrensi berita. Ia berharap, agar gerak langkah pers bebas dengan tetap menghormati hak-hak orang lain.

“Terlebih, menghadapi tahun politik pada 2024 mendatang,” katanya.

Sedangkan perwakilan dari Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Munawir menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Pj Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie. Sebab, orang nomor satu di Kudus itu harus mengikuti rapat terkait penanganan warga pengungsi.

“Beliau izin belum bisa ikut karena harus mengikuti rapat. Tapi sebenarnya beliau ingin ketemu dan makan duren bareng. Intinya mengakrabkan kepada anggota PWI Kudus,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :