Hari Pertama UNBK, Dua Pelajar SMA di Kudus Terpaksa Tidak Ikut Ujian

oleh -220 Dilihat
Ilustrasi

Kudus, ISKNEWS.COM – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA, MA dan SMALB di Kabupaten Kudus hari pertama ini Senin (9-4-2018), berjalan dengan lancar, tanpa kendala. Seperti halnya kesiapan siswa, piranti server, komputer dan lainnya. Namun untuk kehadiran ada beberapa yang terpaksa tidak bisa mengikutinya. Seperti halnya yang terjadi di SMA PGRI 1 Kudus.

Kepala SMA PGRI 1 Kudus, Bambang Sugiarto mengatakan bahwa dari jumlah peserta didiknya yang mengikuti UNBK ada beberapa yang tidak ikut. “Dari 46 jumlah peserta didik kami, ada 2 yang tidak mengikutinya, yakni Puji Rahmawati yang mengalami kecelakaan dengan luka berat (LB) yaitu benturan keras di kepala, dan Ona Puspitasari yang sedang sakit tipes dan lambung,” tuturnya.

Pihaknya memperbolehkan keduanya mengikuti UNBK jika sudah dapat ijin dari dokter terkait. “Ya, kami akan memfasilitasi jika keduanya diperbolehkan ikut UNBK, seperti halnya dengan disediakan tempat khusus untuk mengerjakan soal-soal,” terang Bambang.

Namun, lanjutnya, jika dalam beberapa hari ini tidak bisa mengikuti UNBK, maka akan kami usulkan ke UNBK susulan, “Akan tetapi jika memang tidak bisa lagi, disarankan mengikuti tahun depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA kabupaten Kudus, Sri haryoko mengatakan, Pelaksanaan UNBK SMA berlangsung hingga 12 April 2018 dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan. Di Kabupaten Kudus, untuk tingkat SMA tahun ini diikuti 3.542 siswa dari 17 SMA.

Foto : Ilustrasi

Ditemui terpisah, Kepala Kemenag Kudus, Noor Badi melalui Kasi Penmad Suhadi mengatakan, UNBK tahun ini untuk tingkat MA di Kabupaten Kudus (negeri maupun swasta) diikuti total 4293 siswa dari 36 sekolah, yang terdiri dari siswa laki-laki 1788 dan perempuan 2505.

Adapun Ujian berdasar kurikulum dibagi menjadi 2, untuk K13 hanya diikuti 3 sekolah, yakni MAN 1, MAN 2 dan MA Banat. Sedangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP, Red) diikuti 33 MA,” pungkasnya. (AJ)

No More Posts Available.

No more pages to load.