Hartopo Kunjungi Panen raya di Bulungcangkring, Dukung Lahan Tidur Jadi Produktif

oleh -453 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Lahan tidur di Desa Bulungcangkring selama 8 tahun berhasil menjadi lahan produktif. Hasilnya pun sekarang telah dinikmati oleh para petani. Apresiasi kepada para petani dan pemerintah desa disampaikan Bupati Kudus Hartopo saat menghadiri panen raya lahan tidur di Bulungcangkring, Senin (23/8/2021). 

Menurutnya, kerja keras pemerintah desa dan petani telah maksimal. Pihaknya akan mendukung pengembangan lahan tidur di wilayah Bulungcangkring.  Seperti yang diketahui, masih banyak lahan tidur berupa hutan yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Hartopo meminta pemerintah desa membuat proposal kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus sehingga dapat segera ditindaklanjuti. Pihaknya pun berharap kedepan padi di lahan tidur bisa ditingkatkan menjadi dua kali panen setahun.

“Saya acungi jempol kerja keras bapak kepala desa dan para petani semuanya. Bisa berhasil mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Kami akan berupa memfasilitasi pengembangan lahan tidur lainnya,” jelasnya. 

Pihaknya menjelaskan tanah pertanian di Bulungcangkring memang membutuhkan perhatian ekstra. Apalagi, struktur tanah yang sebagian rawa dan selalu terendam saat musim penghujan menjadi kendala tersendiri. Hartopo menyampaikan pembangunan embung dapat membantu menumbuhkan perekonomian masyarakat. Namun, pihaknya menyampaikan saat ini Pemerintah Kabupaten Kudus belum dapat memberikan anggaran secara maksimal karena refocusing untuk penanganan kasus Covid-19. 

“Memang benar lahan sawah di wilayah ini membutuhkan perhatian ekstra. Namun, saat ini APBD Kabupaten Kudus telah digunakan untuk menangani kasus Covid-19 yang beberapa waktu lalu melonjak drastis,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut Hartopo pun berpesan agar para petani tetap disiplin protokol kesehatan. Meskipun, kasus Covid-19 di Kudus telah melandai. Hartopo meminta masyarakat harus terus waspada karena masih banyak warga yang pulang pergi luar kota dan menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Meskipun kasus Covid-19 di Kudus melandai, mohon untuk tetap disiplin terapkan protokol kesehatan,” pesannya. (AJ/YM)

Hartopo dicurhati sejumlah permasalahan olah para petani. Mulai dari sulitnya mengolah lahan pertanian tidur hingga masih langkanya mendapatkan pupuk bersubsidi. “Tanah di Bulungcangkring ini luasnya 1.200 hektare, yang dipakai permukiman itu 400 hektare sisanya pertanian, cuma karena lahannya mati jadi potensinya tidak maksimal,” kata Trikoro, salah satu petani.

Salah satu permasalahan dalam pengelolaan lahan tidur di sana, kata dia, adalah pengairan. Memang, ada Sungai Jratun yang melintas di area tersebut, namun hanya efektif sekitar lima tahun saja. “Karena itulah kami harapkan adanya normalisasi sungai itu pak, kalau bisa disampaikan ke yang bersangkutan sehingga bisa lancar terus pengairannya,” sambung dia. Trikoro juga menyebutkan jika para petani masih cukup kesulitan untuk mendapatkan pupuk organik bersubsidi. Padahal mayoritas petani sudah memiliki Kartu Tani sama seperti yang diinstruksikan sebelumnya.

“Sehingga kami minta ini bisa dicarikan cara supaya tidak langka-langka lagi dan kami juga bisa dapat pupuk yang layak,”ujar dia. Pihaknya juga berharap jalan usaha tani (JUT) bisa dibangun di sana. Dengan begitu, mobilitas petani bisa lebih lancar lagi. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kudus HM Hartopo mempersilahkan kelompok tani setempat untuk membuat proposal dan mengajukannya ke Pemkab Kudus. Pemkab pun akan berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Hartopo sendiri tak menampik jika memang cukup susah menggarap lahan tidur. Selain karena lahan tersebut bekas rawa, sarana prasarana penunjang juga harus pinjam dari daerah lainnya. “Ketika itu nanti musim hujan akhirnya sawahnya tergenang dan tidak bisa masuk ke Sungai Jratun, akhirnya butuh pompa. Nanti kalau proposalnya sudah ada, nanti diupayakan traktor atau pompa itu tadi,” kata Hartopo. Pihaknya juga akan mencoba untuk berkoordinasi dengan BBWS untuk menormalisasi Sungai Jratun. “Kami juga akan coba buatkan embung, kalau tidak ya sodetan,” pungkasnya.

KOMENTAR SEDULUR ISK :