Awas, Hartopo Siapkan Water Canon Bubarkan Warga Berkerumun di Sekitar Alun-Alun

oleh -1.334 views

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus HM Hartopo diam-diam melakukan pantauan di pusat kota. Hal ini dilakukan melihat banyaknya warga Kudus yang berkerumun di Alun-Alun Simpang 7 Kudus ketika malam hari.

Ilustrasi saat gelar pelatihan penanggulangan kerusuhan dengan water cannon beberapa tahun lalu (Foto: YM)

Hartopo terkejut, ketika meilihat ribuan orang berkumpul di satu tempat, tanpa menjaga jarak.

Tanpa basa-basi, Hartopo langsung menghubungi Kapolres Kudus untuk datang menemuinya dan melihat apa yang sedang terjadi di depannya.

Saat berkoordinasi dengan Kapolres, water canon akan dipersiapkan jika warga Kudus kembali bejubel di Alun-Alun Simpang 7 dan abai prokes.

“Tadi waktu koordinasi dengan Kapolres, water canon akan kita siapkan untuk membubarkan masa yang berkumpul di alun-alun. Jumlahnya tidak sedikit, ribuan. Itu sangat mengkhawatirkan, ” kata Hartopo, Senin (3/5/2021).

Selain itu, Hartopo juga akan melakukan beberapa penyekatan. Salah satunya dengn meniadakan lahan parkir di depan Masjid Agung Kudus ketika salat tarawih selesai dilakukan.

Sebab, parkir di depan masjid menjadi salah satu pemicu berkumpulnya masa di alun-alun.

“Nanti akan kita sekat juga. Depan masjid tidak akan menyediakan tempat parkir. Setelah salat tarawih selesai, tidak boleh ada tempat parkir di depan masjid. Semuanya harus bersih setelah tarawih, ” imbau Hartopo.

Larangan itu bukan hanya gertakan belaka bagi Hartopo. Saat melakukan rapat koordinasi terkait antisipasi lebaran Idul Fitri dengan Kepala Desa secara virtual, di gedung Setda lantai 4, Hartopo meminta kepada Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus untuk mematikan lampu alun-alun, jika warga Kudus nekad berkerumun tanpa patuh prokes lagi.

“Terkait alun-alun yang ramai pengunjung, saya mohon Dishub dan Satpol PP koordinasi. Polri juga, melakukan pembatasan. Untuk Dinas PKPLH saya minta untuk mematikan lampu alun-alun kalau masih ada kerumunan, ” katanya kepada semua pihak yang datang.

Pihaknya pun berharap, secepat mungkin mereka semua bisa langsung bekerja. Tidak ada lagi kerumunan yang terjadi seperti apa yang Hartopo lihat di malam sebelumnya.

Sementara untuk para pedagang kaki lima di depan Masjid Agung, Hartopo masih memberikan keleluasaan mereka untuk berjualan. Tidak ada larangan bagi mereka untuk berjualan, asal tetap mematuhi protokol kesehatan.

“PKL tetap, tidak ada larangan. Yang penting tetap taat protokol kesehatan, ” pungkas Hartopo.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :