Kudus, isknews.com – Hasil kajian koleksi Museum Kretek dari pabrik rokok telah dikaji dan diseminarkan terkait empat pabrik rokok asli dari Kabupaten Kudus.
“Koleksi yang dikaji dari Pabrik Rokok (PR) Djarum, PR Tjap Saboek, PR Djangkar dan PR Sukun, hal ini untuk memastikan kebenaran dari koleksi Museum Kretek. Nantinya, koleksi tersebut bisa dinarasikan untuk menjadi pengetahuan untuk dikenal luas oleh khalayak,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Djatmiko Muhadi.
“Jadi ini upaya menggali sejarah dahulu, dan ini ada bukti koleksi yang dahulu, apakah benda-benda yang dikoleksi itu memang benar, disitu nanti ada narasinya. Dalam rangka penelusuran sejarah, sudah kami komunikasikan dengan Dinas Kearsipan, dari situlah kita ambil langkah supaya sejarah rokok bisa kita sajikan dan lindungi di museum, supaya menjadi wisata edukasi atau bahan riset,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Kurator Museum Jawa Tengah Ranggawarsita Semarang, Laela Nurhayati Dewi, koleksi yang dikaji masing-masing punya spesifikasi, seperti peralatan produksi rokok tempo dulu dari Sukun, lalu ada alat promosi advertising di jamannya milik PT Djarum, atau foto dari PR Saboek dan dari PR Djangkar ada bukti arsip tulisan yang diterbitkan Belanda terkait izin perindustrian.
“Dari semua itu, yang menarik dan menjadi masterpiece dari Djangkar, koleksinya itu berupa tulisan terbitan dari Belanda,” pungkasnya. (AS/YM)







