Hasil Panen Bagus, Dispertanpangan Kudus Akan Perluas Lahan Pertanian Bawang Merah

oleh
Hasil Penen Bagus, Dispertanpangan Kudus Akan Perluas Lahan Pertanian Bawang Merah ISKNEWS.COM
Panen bawang merah di Wergu Wetan (Istimewa).

Kudus, ISKNEWS.COM – Program peningkatan produksi bawang merah yang digagas oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kabupaten Kudus akan terus berlanjut. Apalagi setelah melihat hasil panen bawang merah di Desa Wergu Wetan dan Mlati Norowito yang memiliki berkualitas baik. Kedepan Dispertanpangan Kudus akan melakukan perluasan lahan pertanian bawang merah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, melalui Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan, Arin Nikmah mengatakan kedepannya, pihaknya akan memperluas lahan pertanian bawang merah di Kudus, utamanya di Kecamatan Kota.

Dikatakannya, produksi bawang merah dan tanaman holtikultura di Kudus selama ini di dominasi dari Kecamatan Undaan, Mejobo dan Gebog. Untuk itu, dirinya mencoba mengembangkannya di Kecamatan Kota. Karena lahan ia melihat lahan persawahan di Kecamatan Kota juga potensial.

TRENDING :  Jepara Kembali Dinobatkan Sebagai Kota Layak Anak

“Selama ini, sawah di Kecamatan Kota hanya digunakan untuk menanam padi. Kedepannya, kami akan mengajak para petani untuk mulai menanam tanaman holtikultura seperti cabai dan bawang. Di Kecamatan Kota, saat ini sudah ada empat hektar lahan pertanian bawang merah. Kedepannya, kami akan memeperluas lagi menjadi lima hingga enam hektar,” jelasnya saat dihubungi isknews.com pada Senin (03-09-2018).

Diungkapkannya, panen bawang merah yang di Desa Wergu Wetan dan Mlati Norowito beberapa hari yang lalu ukurannya besar dan memiliki kualitas yang bagus. Meskipun masih ada beberapa evaluasi terkait sistem perawatan tanaman, tetapi Arin Nikmah mengaku puas dengan hasil panen tersebut.

TRENDING :  Selingkuh Di Kebun Singkong Oknum Kades Diarak Warga

“Untuk permulaan, hasil panen bawang merah di Kecamatan Kota saya rasa sudah bagus. Di Wergu Wetan kemarin menghasilkan bawang merah basah 13,05 ton perhektar, sedangkan di Mlati Norowito kemarin menghasilkan 7,8 ton perhektarnya. Dengan hasil yang bagus ini, saya berharap semakin banyak petani yang begabung untuk ikut menanam bawang merah,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Kota, Dwi Pujiati, jika pada musim tani berikutnya para petani di Desa Wergu dan Mlati Norowito akan menanam bawang merah kembali.

TRENDING :  Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 PKPLH Kudus Gerakan Pungut Sampah Masal

“Hasil panen kemarin bagus-bagus, hanya saja saat panen tiba harga jual bawang tidak sedang tinggi. Saat panen kemarin harga bawang basah di Wergu Wetan terjual dengan harga Rp. 6ribu perkilo oleh pengepul. Sedangkan di Mlati Norowito terjual dengan harga Rp. 8 ribu perkilo,” tuturnya saat ditemui isknews.com di Kantor BPP Kecamatan Kota, siang tadi.

Imbuhnya, “Untuk musim panen kedepannya petani di Wergu Wetan akan menanam bawang merah kembali dengan luas lahan satu hektar. Meskipun begitu, kami tidak menutup kemungkinan jika ada petani atau poktan lain yang mau belajar menanam bawang merah.” (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :