Hati Hati Lintasi Jembatan Sidorekso, Ada Lobang Besar Dan Gelagar Keropos

oleh
Kades Sidorekso, Mochammad Arifin saat menunjukkan sejumlah kerusakan pada badan jembatan sidorekso, Kaliwungu, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sebuah jembatan bergelagar kayu berusia sekitar 30 tahun lebih di Desa Sidorekso Kecamatan Kaliwungu Kudus, kondisinya kini mulai menghawatirkan. Jembatan yang menghubungkan Sidorekso-Blimbing Kidul dan Kedungdowo itu berdiri di atas Sungai Serang Welahan Drain (SWD) 2.

Jembatan yang merupakan jalur transportasi perekonomian vital diwilayah tersebut kini di sebagian badan jembatan terlihat sudah berlubang dan keropos. Kondisi tersebut sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap harinya.

Dari pantauan media ini, sebuah lubang berdiameter 40 centimeter menganga pada sisi timur sehingga pengguna jalan dapat melihat dasar sungai pada jembatan yang memiliki panjang 30 meter dan lebar 3 meter, dengan konstruksi didominasi besi.

Menurut Kepala Desa Sidorekso Mochamad Arifin akses penghubung di atas Sungai SWD 2 seringkali mengakibatkan pengendara terperosok akibat lobang tersebut.

Awas ada lobang besar mengangan di badan jembatan Sidorekso, Kaliwungu, Kudus (Foto: YM)

“Setiap hari, jembatan ini ramai dilalui dilalui warga karena memang menjadi akses utama bagi warga yang menggunakan kendaraan roda empat, roda dua atau berjalan kaki. kondisi jembatan yang butuh dibangun ulang,” kata Arifin saat ditemui di kantor Balai Desa, KAmis (26/11/2020).

Pihaknya sudah menyampaikan ke dinas terkait dan meminta agar jembatan dibangun ulang.

”Kemarin sempat mendengar ada pembicaraan mengenai rencana pembangunan Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul, tetapi saat sekarang sudah tidak terdengar lagi,” tandasnya.

Dana Selain kewenangan, biaya pembangunan ulang jembatan yang menjadi kendala penanganan di tingkat desa. Diperkirakan, butuh Rp 7 miliar untuk membangun jembatan baru di lokasi yang sama.

”Memang sangat diperlukan, karena lalu lintas harian semakin tinggi yang melintas,” tandasnya.

Diakuinya, memang seringkali jembatan ini dilakukan penambalan disana-sini oleh pihak Dinas terkait, namun menurutnya kondisinya sudah terlalu parah untuk hanya dilakukan penambalan.

Pelaksana tugas Kadinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, ketika dikonfirmasi membenarkan belum ada rencana pembangunan jembatan pada tahun 2021.

Minimnya pendanaan yang dimiliki menjadi salah satu pertimbangan prioritas pembangunan digunakan di lokasi lainnya.

”Sementara, pada 2021 belum ada rencana pembangunan Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C yang juga warga Desa Sidorekso, Dedi Prayogo mengatakan, sebetulnya usulan anggaran pembangunan jembatan tersebut dalam risalahnya sudah diajukan ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan nilai sekitar 7 miliar.

“Namun entah kenapa tiba-tiba sekarang hilang dan tidak muncul dalam Rencana Anggaran Pembangunan Daerah tahun 2021, seharusnya ini mejadi prioritas bagi pemkab, mengingat kondisi jembatan yang sudah menghawatirkan,” tandas dia. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :