Hibah Kemensos Jadi Angin Segar bagi Pembinaan Seni Rebana Pemuda Kudus

oleh -366 Dilihat
Foto: ist.

Kudus, isknews.com – Bantuan hibah dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI menjadi angin segar bagi upaya pembinaan dan pelestarian seni rebana di kalangan pemuda Kudus. Melalui Program Kearifan Lokal, Kelompok Rebana Jam’iyyah Darul Falah di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, resmi menerima dukungan pemerintah untuk memperkuat kegiatan seni bernuansa religius tersebut.

Bantuan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan warisan seni religius lokal. Kehadiran hibah tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda agar terus aktif dalam kegiatan keagamaan, sosial, serta kebudayaan khas daerah.

Anggota Jam’iyyah Darul Falah, Andreas Fajar Aditia, mengungkapkan bahwa hibah ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memperluas ruang ekspresi bagi pemuda. Saat ini, kelompok rebana tersebut memiliki sekitar 50 anggota, mayoritas berusia 15–30 tahun.

“Generasi muda perlu diberikan wadah yang positif agar semangat dakwah dan pelestarian seni tetap hidup di tengah gempuran budaya modern,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembinaan yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga eksistensi seni rebana di lingkungan desa. Selain sebagai kesenian, rebana juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta penyampaian pesan dakwah yang santun dan menyenangkan.

Keberadaan kelompok ini turut memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Mijen secara luas. Melalui iringan rebana, nilai-nilai religius dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, kegiatan rebana menjadi alternatif ruang kreatif bagi pemuda agar terhindar dari aktivitas negatif.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, Jam’iyyah Darul Falah berkomitmen memperluas program pembinaan. Mereka berencana menggelar pelatihan rutin, workshop kesenian, serta kegiatan sosial dan keagamaan lainnya di wilayah Kecamatan Kaliwungu.

Para anggota juga berharap hibah ini menjadi jembatan untuk membuka kolaborasi dengan lembaga pendidikan, organisasi pemuda, hingga komunitas seni lokal.

“Insyaallah, kami akan terus berupaya agar rebana menjadi ikon kearifan lokal yang membanggakan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, memperkuat nilai religius, dan mendekatkan masyarakat kepada ajaran Islam,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :