Hidayat: Kemenangan Persiku Keberhasilan Kita Semua, Kegagalan Persiku Kesalahan Saya

oleh -975 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pelatih kepala Persiku Kudus Hidayat mendapat sorotan tajam dari pecinta sepak bola di Kudus, terutama dari kalangan suporter. Hal itu tak lepas dari rentetan hasil buruk yang dialami tim Macan Muria, sehingga gagal mempertahankan puncak klasemen sementara Grub B Liga Nusantara (Linus) Zona Jawa Tengah (Jateng), yang dikuasai Persipa Pati dan sudah memastikan lolos ke babak berikutnya.

image

Meskipun peluang Persiku masih besar untuk melaju ke babak berikutnya sebagai runner up namun nampaknya suporter sudah gerah dengan hasil buruk selama ini. Apalagi pada saat melawat ke kandang Persekap Pekalongan yang notabene tim juru kunci, diluar dugaan Persiku yang diunggulkan harus menelan kekalahan tipis 2-1.

Kekalahan tersebut berbuntut desakan para suporter yang menuntut pelatih Hidayat segera diberhentikan. Menanggapi tuntutan itu Hidayat mengatakan, menerima semua kritikan yang dialamatkan padanya. Hanya saja dia meminta jangan terlalu mengkritik masalah teknis. “Yang tau kondisi teknis permainan itu kan para pelatih, jadi kalau mengkritik boleh saja asal jangan terlalu ke teknis,” katanya kepada isknews.com, Senin (23/5).

Hidayat memaklumi tuntutan suporter yang menginginkan kemenangan di setiap pertandingan Persiku. Namun semua itu butuh proses, saat ini pihaknya sedang mendandani mental pemain. “Seperti pada pertandingan melawan Pekalongan itu kan mental pemain tiba-tiba jatuh di akhir pertandingan, itu sangat disayangkan dan saat ini kita melatih agar mental para pemain kuat,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, banyak kritik dari suporter yang masuk usai kekalahan dari Pekalongan. Ada yang mengatakan seharusnya bermain bertahan ketimbang menyerang. Tapi saat itu, katanya, dia meminta anak asuhnya bermain menyerang karena melihat peluang menang sangat besar. Mengacu saat kedua tim bertemu pada putaran pertama Persiku mampu menang besar lima gol tanpa balas.

“Ternyata tidak sesuai dengan harapan kami, para pemain malah drop di penghujung pertandingan, akhirnya kita kalah dan harus pulang dengan kepala tertunduk. Meskipun begitu kita jangan sampai ciut nyali dan putus asa, kita belum tamat kok. Masih memiliki kesempatan Rabu besok, cukup memperoleh hasil imbang sudah lolos,” jelasnya.

Hidayat menegaskan, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa Persiku meraih kemenangan. Kalau memang dianggap tidak berhasil apapun keputusan akan diterima. Dia berharap para suporter tetap hadir mendukung pertandingan Persiku Rabu (25/5) besok melawan Persiharjo Unsa-Asmi. “Saya siap kapanpun kalau memang mau diganti, karena memang kemenangan Persiku adalah keberhasilan semua pihak, sedangkan kegagalan Persiku murni karena kesalahan saya sebagai seorang pelatih,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :