Hindari Penumpukan Warga, Wisata Balong Sangkal Putung Ditutup

oleh -1.755 kali dibaca
Muspika Mejobo dan Kades Kesambi saat menyaksikan proses penutupan tempat wisata Balong Sangkal Putung akibat melebihi kapasitas yang di tetapkan oleh Pemkab Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Muspika Kecamatan Mejobo dan Pemdes Kesambi konsisten pada janjinya untuk menghentikan jumlah para pengunjung di tempat wisata baru Balong Sangkal Putung saat telah melebihi angka kunjungan melebihi 30 persen dari kapasitas normal yakni 300 an pengunjung.

Pada lebaran ketupat yang memang diprediksi akan banyak dikunjungi oleh warga sekitar pembatasan terpaksa harus dilakukan demi menghindari penumpukan pengunjung sebagai upaya pelaksanaan protokol kesehatan dan sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kudus.

Sebelumnya obyek wisata baru yang mengembangkan wisata air serta sudut-sudut instragramable ini sempat tiga jam dibuka, namun pada sekitar pukul 09.30 disaat warga mulai berdatangan bahkan sempat menimbulkan kemacetan akses jalan membuat Muspika Kecamatan Mejobo meminta kegiatan dihentikan.

Informasi yang dihimpun, Syawalan di tempat tersebut dimulai pukul 07.00. Sekitar pukul 08.00 keramaian warga mulai terlihat. Puncaknya terjadi sekitar pukul 09.30 dan setelah dilakukan koordinasi dengan pejabat terkait dihentikan pukul 10.00.

Camat Mejobo Muhammad Fitriyanto kepada Suara Merdeka menyatakan penutupan mempertimbangkan terjadinya keramaian pada akses jalan menuju lokasi dan potensi penyebaran Covid 19. Sejumlah usaha sebenarnya dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumuman.

”Panitia sudah meminta pengunjung hanya sekitar 30 persen dari kapasitas normal,” katanya, Kamis (20/05/2021).

Semua pihak memahami kebijakan tersebut. Soal pembukaan kembali, akan dilihat perkembangan selanjutnya.

”Masih akan kami kaji berdasarkan kondisi ke depan,” ungkapnya.
Penanggung jawab kegiatan yang juga Kepala Desa Kesambi Muhammad Masri, membenarkan kondisi tersebut. Sebelum kegiatan, sejumlah upaya dilakukan mulai dengan meniadakan promosi, pengurangan arena permainan dan pembatasan jumlah pengunjung.

Namun, saat berlangsung kegiatan terjadi penumpukan warga pada akses masuk ke arena Syawalan.

”Pengunjung berbaur dengan warga sekitar yang melintas,” ujarnya.

Antisipasi Akibatnya, terjadi kepadatan pada akses masuk. Jumlah warga saat itu diperkirakan mencapai 200-an orang. Menurutnya, hal tersebut sudah di luar kemampuan pengelola.

”Sudah dilakukan pembatasan pengunjung dengan penerapan protokol kesehatan ketat, namun bila nanti sudah kembali normal kita akan buka lagi pintu masuknya,” ujarnya.

Kapolsek Mejobo AKP Cipto, menyatakan pihaknya menyiagakan personel di sekitar lokasi Syawalan. Dia berharap pengunjung memahami kebijakan yang diterapkan.
”Semua ini untuk mengurangi penyebaran Covid 19,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :