HIPMI Kudus Perketat Kurasi UMKM: Hanya Produk Terbaik yang Dibawa ke Malaysia–Thailand

oleh -178 Dilihat
Tim kurator HIPMI Jawa Tengah melakukan penilaian produk UMKM untuk memastikan standar ekspor terpenuhi. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus isknews.com – Upaya mendorong UMKM lokal menembus pasar internasional semakin dimatangkan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kudus. Melalui proses kurasi yang diperketat, hanya produk terbaik yang akan dibawa mengikuti expo di Malaysia dan Thailand pada akhir Desember 2025 mendatang.

Proses seleksi tersebut berlangsung di United Square, Jalan Lingkar Utara Kudus, Selasa (25/11/2025), dengan melibatkan puluhan pelaku UMKM dari berbagai kategori, mulai dari fesyen, kuliner, hingga kerajinan. Total terdapat sekitar 60 produk lokal yang diseleksi secara rinci.

Ketua BPC HIPMI Kudus, Singgih Budiyono, mengatakan bahwa kurasi kali ini menghadirkan kurator dari BPD HIPMI Jawa Tengah untuk memastikan proses penilaian dilakukan secara objektif dan berkualitas.

“Produk yang lolos kurasi akan dibawa expo ke Malaysia dan Thailand pada akhir Desember 2025 ini. Kami memastikan proses kurasi dilakukan maksimal dengan dukungan HIPMI Jateng,” jelas Singgih.

Ia menyebutkan sejumlah kriteria yang menjadi penilaian utama dalam kurasi, seperti legalitas produk, kapasitas produksi, kualitas kemasan, hingga kesiapan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar ekspor.

Sebelum kurasi, HIPMI Kudus juga telah menggelar seminar mengenai legalitas perizinan, tips ekspor, dan strategi digital marketing pada Senin (24/11/2025) sebagai upaya memperkuat pemahaman para pelaku UMKM.

Sementara itu, Bidang IV BPD HIPMI Jawa Tengah, Erik Wijaya, mengatakan dalam program HIPMI Jawara Go Global 2025, kurasi dilakukan di tiga daerah oleh BPD HIPMI Jawa Tengah. Dari keseluruhan peserta, nantinya akan dipilih 60 produk untuk masuk e-katalog HIPMI Jawara dan 20 di antaranya akan dibawa langsung ke Malaysia dan Thailand.

Menurutnya, selain aspek teknis, keunikan dan kekhasan daerah juga menjadi nilai tambah dalam kurasi. Produk yang memiliki identitas kuat daerah akan lebih menarik di pasar global.

“Kalau melihat Kudus, produknya sangat beragam dan menarik. Tinggal dilihat apakah produk itu sudah benar-benar siap atau belum untuk dibawa ekspor,” imbuhnya.

Erik menilai kurasi penting dilakukan untuk memastikan kesiapan produk sebelum melangkah ke event internasional.

“Jangan sampai ketika sudah ada buyer, pelaku UMKM tidak bisa memenuhi permintaan. Maka dari itu, kami memastikan produk benar-benar siap dari sisi produksi, legalitas, hingga pengemasan,” tegas Erik. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :