IAIN Kudus Kukuhkan 2 Guru Besar, Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag. dan Prof.Dr.H. Abdurrohman Kasdi, Lc.,M.Si.

oleh -216 kali dibaca
Rektor IAIN Kudus Dr. H, Mundakir, M.Pd. saat mengukuhkan 2 Guru Besar,, Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag. (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam) dan dan Prof.Dr.H. Abdurrohman Kasdi, Lc.,M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam). (Foto: Dok. IAIN Kudus)

Kudus, isknews.com – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Dr. H, Mundakir, M.Pd. kembali mengukuhkan dua guru besar baru pada Sidang Senat Terbuka, di Gedung Tarbiyah setempat, Sabtu (12/3/2022). Dua guru besar tersebut yakni Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag. (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam) dan dan Prof.Dr.H. Abdurrohman Kasdi, Lc.,M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Islam).

Rektor IAIN Kudus, Mundakir mengatakan, pengukuhan tersebut merupakan moment yang patut disyukuri, karena Guru Besar di IAIN Kudus telah bertambah 2 orang. Pertama, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. berdasarkan KEPMENDIKBUDRISTEK Nomor 74498/MPK.A/KP.05.01/2021, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2021 dan kedua, Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag. berdasarkan KMA Nomor 061572/B.II/3/2021, terhitung mulai tanggal 1 Desember 2021.

“Saya selaku pribadi maupun secara institusi turut mengucapkan selamat dan sukses untuk keduanya, semoga dengan dikukuhkannya Prof.Dr.H. Abdurrohman Kasdi, Lc.,M.Si. dan Prof.Dr.H. Ihsan, M. Ag. sebagai guru besar akan semakin menguatkan peran dan fungsi perguruan tinggi IAIN Kudus,” terangnya kepada awak media usai acara pengukuhan.

Sebagai bagian dari masyarakat, kata Mundakir, perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam keberlangsungan peradaban bangsa. Perguruan tinggi tidak hanya sekadar berfungsi mencetak sarjana, master, maupun doktor, melainkan juga berfungsi mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Maka hadirnya seorang guru besar diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang lebih besar terhadap fungsi perguruan tinggi tersebut.

Menurutnya, Pengukuhan 2 Guru Besar ini merupakan salah satu bagian dari upaya kita dalam proses percepatan transformasi menuju UIN disamping berbagai persyaratan lain yang harus dipenuhi seperti; status akreditasi, jumlah doktor, sarpras pembelajaran, jumlah lahan dan lain sebagainya.

“Sesuai target RESTRA IAIN Kudus 2020-2024, capaian guru besar sampai dengan tahun 2022 adalah 3% atau sebanyak 6 orang, Alhamdulillah 3 orang sudah dikukuhkan, dan masih ada 3 lagi yang sedang dalam proses pengusulan dan menunggu penetapannya,” ungkapnya.

Mundakir menandaskan, Peran guru besar sangat penting sebagai pelopor inovasi Tridharma Perguruan Tinggi baik melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Karya-karya besarnya ditunggu dan diharapkan semua pihak khususnya bagi IAIN Kudus mewujudkan Global University, menjadi perguruan tinggi berkelas dunia, sebagaimana telah kita sepakati bersama dalam tahap akhir Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP) IAIN Kudus tahun 2020-2044, yaitu Menjadi Perguruan Tinggi yang Kompetitif di level Global.

Maka, lanjut Mundakir, Pengembangan Information Technology (IT) dan riset-riset yang bermanfaat bagi masyarakat menjadi syarat mutlak bagi kemajuan IAIN Kudus.

“Apalagi dengan adanya tantangan pandemi COVID19 harus semakin mendorong tumbuhnya ide-ide kreativitas dan inovasi berbasis teknologi. Semoga para guru besar yang telah dikukuhkan dapat terus menghasilkan karya-karya besar untuk kemajuan bangsa dan negara khususnya bagi Institut Agama Islam Negeri Kudus,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengucapkan selamat atas pengukuhan guru besar IAIN Kudus. Pihaknya berharap pengukuhan ini dapat memberikan manfaat bagi pribadi, masyarakat, serta bagi bangsa dan negara. 
“Saya atas nama Bupati Kudus dan pribadi mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc. M.Si dan Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag atas pengukuhan ini.” ucapnya.

Hartopo berujar bahwa pengukuhan ini menjadi kebanggaan bersama. Pasalnya, pengukuhan ini semakin menambah deretan profesor atau guru besar dalam suatu perguruan tinggi. 
“Tak hanya menjadi kebanggaan keluarga besar IAIN Kudus saja, namun juga menjadi kebanggaan saya dan seluruh masyarakat Kabupaten Kudus,” ujarnya. 

Pihaknya berharap, dengan pengukuhan ini akan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh akademisi untuk senantiasa berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas diri dalam penguasaan ilmu pengetahuan. 

“Pengukuhan ini diharap dapat menjadi inspirasi bagi seluruh akademisi dalam berkomitmen meningkatkan mutu dan kualitas diri dalam ilmu pengetahuan yang akan memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Mari kita tunjukkan bahwa Kabupaten Kudus memiliki potensi yang unggul dalam bidang pendidikan,” harapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :