IHM NU Kecamatan Jati Kudus Rutin Gelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim

oleh -255 Dilihat
Pengajian Ikatan Haji Muslimat NU (IHM) Kecamatan Jati bersama IHM Ranting Tumpangkrasak, Minggu siang (28/12/2025). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Ikatan Haji Muslimat Nahdhatul Ulama (IHM NU) Kecamatan Jati Kabupaten Kudus terus menunjukkan peran aktif dalam pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap dualapan sekali menurut penanggalan jawa, IHM tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga sarana peningkatan keimanan serta kepedulian sosial bagi para anggotanya.

Ketua IHM Ranting Tumpangkrasak, Hj. Mundarsih Bersama dengan Ketua IHM Kecamatan Jati, Hj. Nailal Mukaromah
Ketua IHM Ranting Tumpangkrasak, Hj. Mundarsih Bersama dengan Ketua IHM Kecamatan Jati, Hj. Nailal Mukaromah

Ketua IHM Kecamatan Jati, Hj. Nailal Mukaromah, menjelaskan bahwa kegiatan pengajian dilaksanakan di balai Desa tumpangkrasak pada Minggu siang (28/12/2025), sementara sebelumnya pada Sabtu Pon digelar pertemuan khusus pengurus IHM se-Kecamatan Jati untuk membahas program kerja organisasi.

“Pengajian dualapan sekali ini terbuka untuk seluruh jajaran Muslimat yang berkenan hadir. Intinya ngaji, sekaligus menjalankan program IHM untuk mempererat persaudaraan dan membimbing para calon jamaah haji agar kelak bisa menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Selain pengajian, IHM Kecamatan Jati juga rutin menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim piatu. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di desa-desa se-Kecamatan Jati yang berjumlah 14 desa.

“Alhamdulillah, setiap kegiatan dihadiri sekitar 200 jamaah. Santunan ini kami laksanakan secara swadaya dan menjadi agenda rutin IHM,” tambahnya.

Kegiatan pengajian juga dirangkai dengan birrul walidain serta kirim arwah bagi keluarga yang telah meninggal dunia. Sebelumnya, pengurus melaksanakan khataman Al-Qur’an yang diniatkan sebagai wasilah doa bagi arwah keluarga para jamaah.

Sementara itu, Ketua IHM Ranting Tumpangkrasak, Hj. Mundarsih, menyampaikan bahwa pelaksanaan pengajian IHM di wilayahnya memiliki kekhasan tersendiri. Selain kegiatan keagamaan dan santunan, pengajian juga dimanfaatkan sebagai sarana mengenalkan potensi UMKM lokal.

“Alhamdulillah, di Tumpangkrasak ini berbeda karena kami juga mengenalkan UMKM yang ada. Baru kali ini kami melaksanakan kegiatan seperti ini, dan responsnya sangat baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, IHM telah berdiri sejak puluhan tahun lalu, sekitar 25 hingga 30 tahun, dan hingga kini tetap konsisten menjalankan kegiatan keagamaan dan sosial. Keanggotaan IHM pun bersifat terbuka, tidak hanya bagi yang sudah menunaikan ibadah haji, tetapi juga bagi Muslimat yang belum berhaji.

“Harapan saya, IHM ke depan semakin rukun dan maju. Yang belum haji jangan minder, saya dulu juga belum haji sudah ikut IHM. Semoga nanti bisa berhaji dan menjadi haji yang mabrur, imannya bertambah, takwanya meningkat kepada Allah SWT,” tuturnya.

Pada pengajian kali ini, jamaah juga mendapatkan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh KH. Amin Samsuri, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat, agar semakin khusyuk dan bermakna.

“Intinya, semoga seluruh amal ibu-ibu diterima Allah SWT dan kegiatan IHM ini membawa keberkahan bagi semua,” pungkas Hj. Mundarsih. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :