Ikut Sumbangsih dalam Penciptaan Vaksin Astra Zeneca, Indra : Vaksin itu Penting

oleh -436 kali dibaca

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ikut sumbangsih dalam penciptaan vaksin asta zeneca, Indra Rudiansyah, salah satu student Phd di Institut Jenner Oxford University, Inggris, mengungkapkan, vaksin yang dihasilkan memiliki kunci untuk melawan virus covid-19 di masa pandemi.

“Pada dasarnya sebelum divaksinasi, tubuh kita punya seperangkat sistem imun yg belom kenal virus Sars-COV-2. Dengan vaksinasi (inactivated atau yang diproduksi dalam lab), dimasukkan ke dalam tubuh untuk belajar menghadapi infeksi virus yang sebenarnya. Saat infeksi, tubuh kita sudah menarget virus tersebut untuk dilemahkan,” ujarnya saat mengisi webinar bertajuk Bincang Media bersama Indra Rudiansyah & dr. Ursula Penny Putrikrislia.

Terjadinya kasus kematian setelah vaksinasi, menurut Indra, bukan disebabkan oleh vaksin itu sendiri. Adanya isu blood clotting yang ramai diperbincangkan, adalah reaksi yang normal, dan bisa membantu menghilangkan banyak darah saat terluka. Namun, akan jadi bahaya saat terjadi di pembuluh darah otak dan jantung.

“Belum ada kesimpulan terkait kematian akibat vaksin. Vaksinasi tidak memberikan angka yang signifikan dalam kejadian kematian akibat blood clotting. Blood clotting yang terjadi akibat infeksi covid-19 lebih banyak dibandingkan dengan saat vaksinasi,” tandasnya.

Kata Indra, Vaksin mengandung bahan sebagian protein virus atau virus yang sudah dimatikan. Ada juga komponen tambahan, yaitu larutan penyangga yang bisa menstabilkan virus tersebut agar tidak mudah hancur dan juga untuk menyeimbangkan dengan cairan di dalam tubuh.

Bahkan, beberapa jurnal ilmiah melakukan studi yang dilakukan di lab menyatakan bahwa vaksin masih tetap efektif melawan beberapa varian yang ada. Hanya ada sedikit penurunan melawan varian tersebut, seperti varian delta.

“Vaksin covid-19 pada umumnya diberikan 2 kalu dosis. Dosis 1 sebagai perkenalan awal tubuh terhadap bagian penting virus tersebut. Dosis 2 digunakan untuk menguji sistem imun. Lalu dibentuk sel-sel imun memori, yang bisa digunakan untuk melawan virus yang sesungguhnya. Masyarakat luas tidak perlu dosis 3, tapi untuk nakes bisa dijadikan studi manfaat dari dosis 3 tersebut,” terangnya.

Sementara itu, dr Ursula Penny Putrikrislia menambahkan, Yang penting dari vaksinasi, adalah bukan hanya untuk tubuh kita sendiri, tapi untuk orang lain juga. Vaksin yang sudah masuk ke dalam tubuh mengunci virus dalam tubuh agar virus tidak bermanufer atau bermutasi dan menularkan ke orang lain.

“Ada 5 vaksin yang dianggap aman dan halal, seperti Astrazenneca, Sinovac, Sinopharm, Moderna, Pfizer. Kelima vaksin tersebut sudah dicap halal oleh MUI,” ujarnya.

Menurut penuturannya, setelah vaksin, tubuh akan mengalami berbagai reaksi KIPI ringan. Apabila mengalami KIPI tinggi, disarankan untuk langsung hubungi IGD atau dokter yang menjadi penanggung jawab vaksin, untuk segera di tangani.

“Setelah vaksin, tubuh kita memang sengaja disuruh sakit dulu, tubuh diistirahatkan dulu setelah sengaja dimasukkan benda asing untuk menimbulkan kekebalan tubuh yang maksimal. Istirahat di rumah, jangan keluar rumah, persiapkan proses pengoptimalan kekebalan tubuh dari protein yang masuk ke tubuh kita,” tukasnya.

Untuk diketahui, Indra Rudiansyah dan dr. Ursula Penny Putrikrislia, keduanya merupakan alumni Beswan Djarum sebagai penerima program Djarum Beasiswa Plus angkatan 2011/2012, Bakti Pendidikan Djarum Foundation. (yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :