Infrastruktur Siap, Direktur Baru Indah Rosiana Targetkan RS Aisyiyah Naik Kelas Jadi Tipe C

oleh -1,272 kali dibaca
Direktur RS Aisyiyah Kudus Periode 2024-2028, Indah Rosiana. (Tengah). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Manajemen rumah sakit Aisyiyah Kudus kini telah berganti. Dokter Indah Rosiana MARS, telah resmi dilantik menjadi Direktur baru RS Aisyiyah Kudus bersama dua orang wakil direktur yakni dr. Rahmad Nur Ibrahim, Sp.OG sebagai Wakil Direktur Pelayanan serta Uswah Chasanah, SM sebagai Wakil Direktur Umum dan Operasional  pada Senin (1/4/2024).

Ditemui awak media dihari pertama usai dilantik, Indah mengatakan bahwa dibawah kepemimpinannya, rumah sakit di bawah naungan Aisyiyah Group itu ditargetkan naik kelas tipe C dalam waktu 100 hari.

“Kami sudah 10 tahun menjadi rumah sakit tipe D, karena infrastruktur baik fisik maupun SDM telah siap maka tahun ini kita optimis akan segera tingkatkan menjadi tipe C secepatnya. Kita punya program di 100 hari kerja mulai tanggal 1 April 2024,” ujar dokter Indah saat jumpa pers, Selasa (02/04/2024).

Tim khusus untuk percepatan pelayanan di Rumah Sakit Asiyiyah Kudus segera dibentuk agar lebih maksimal. Sarana dan prasarana (sarpras) serta Sumber Daya Manusia (SDM) pun telah disiapkan dengan matang. Bahkan, rumah sakit setempat dinilai sudah layak menjadi tipe C.

“Rumah Sakit Aisyiyah itu tipe D gemuk mengarah ke C. Makanya kita segera naikkan. Kita sudah punya jumlah TT (tempat tidur) yang mencukupi untuk persyaratan tipe C, begitupun dengan dokter spesialisnya,” terangnya.

Dia menambahkan, peningkatan pelayanan bakal terus dilakukan. Dalam waktu dekat akan mengundang jajaran struktural di rumah sakit.

”Saya akan minta pendapat pejabat struktural, kemudian kami lakukan review dan evaluasi,” terangnya.

“Kalau tipe D itu cukup 50 TT, dan kita sudah punya 173 TT. Dokter spesialis juga sangat mencukupi,” tandasnya.

Upaya menaikkan kelas tipe rumah sakit juga dilakukan sebab alasan regulasi. Dimana, Rumah Asyiyah Kudus yang sudah mumpuni dalam sarpras dan keahlian dokter, tidak bisa melakukan tindakan medis lantaran terbentur regulasi.

“Jadi ada yang mengatur bahwa tindakan medis tertentu tidak bisa dilakukan di rumah sakit tipe D, padahal kita sarpras sudah mampu dan dokter juga mumpuni. Jadi untuk memberdayakan itu juga,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :