Ingat, Belanja Di Pati Hindari Penggunaan Kantong Plastik

oleh

PATI, ISKNEWS.COM – Penggunaan kantong plastik sudah melampaui batas kewajaran belakangan ini. Mulai dari toko swalayan hingga pasar tradisional bisa dipastikan menggunakan produk tersebut. Oleh karenanya penggunaan bahan plastik perlu dikurangi dengan berbagai cara.

Dalam rangka pelaksanaan program pengurangan sampah plastik, Bupati Pati Haryanto bersama Sekda Pati Suharyono serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala DPUTR, hari ini, Senin (29-07-2019) mulai menggencarkan kampanye tersebut. Salah satunya dengan memasang stiker himbauan pengurangan penggunaan kantong plastik di pintu masuk salah sebuah minimarket di Kota Pati.

TRENDING :  Diduga Depresi,Seorang Pemuda Terjun Ke Sungai Sambil Mengendarai Motor

Bupati Pati Haryanto memasang stiker himbauan tidak menggunakan kantong plastic di kaca satu mini market di komplek alun alun Pati, Senin (29-07-2019). (ivan nugraha)

“Kami minta konsumen membawa tas sendiri kalau belanja dan karyawan minimarket juga kami harap untuk tidak memberikan tas plastik kepada pembeli, dengan harapan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar,” terang Bupati usai pemasangan stiker.

Kebijakan pengurangan sampah plastik tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 33/ 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.


Bupati memberi edukasi kepada penjaga mini market dan salah seorang konsumen. (ivan nugraha)

“Aturan ini dibuat untuk mengurangi penggunaan plastik, karena plastik ini sulit untuk didaur ulang. Berbeda dengan kertas atau daun. Ini juga merupakan tindak lanjut kerja bakti membersihkan sungai yang kemarin kami adakan di Blaru,” terang Haryanto lebih lanjut.

TRENDING :  Empat LMDH Ancam Duduki Lahan Hutan di Tlogowungu

Meski penempelan stiker dilakukan secara simbolis, namun bupati berharap gerakan ini tidak hanya seremonial belaka. Dipilihnya minimarket sebagai titik awal sosialisasi dikarenakan umumnya penggunaan kantong plastik kerap ditemukan di tempat tersebut.”Awalnya tentu sifatnya berupa arahan, sebab Perbup sifatnya adalah pembinaan. Akan tetapi nanti lama kelamaan kalau sudah berubah Perda, pasti ada sanksi”, tegasnya.Sanksi itu dimaksudkan agar membudayakan masyarakat Pati untuk mulai mengurangi penggunaan sampah plastik.

TRENDING :  Sekdes Desa Kletek Resmi Dilantik Kepala Desa

“Jadi kalau sudah menjadi budaya dengan sendirinya takut atau tertib. Tetapi memang nanti perlu ada sanksi jika terbukti melanggar. Kalau tidak ada sanksi nanti tidak takut. Di Indonesia, memang peraturan harus diikuti dengan sanksi,” pungkas Haryanto. (IN)

KOMENTAR SEDULUR ISK :