Ini Langkah OJK Pulihkan Ekonomi Nasional

oleh
Foto: Dokumentasi OJK

Ekonomi, isknews.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengungkapkan, Restrukturisasi jadi target bagaimana nasabah bisa cepat pulih dengan berbagai stimulus tambahan modal kerja untuk UMKM.

“Melalui tambahan modal kerja yang dijamin pemerintah atau subsidi bunga yang diberikan untuk UMKM. Tercatat hingga 15 September subsidi bunga ini menjangkau 1 juta lebih debitur dengan nilai Rp 240 miliar,” ujar Wimboh, di sela kunjungan kerja Komisi XI yang dipimpin Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto di Hotel Po Semarang, Jumat (18/9/2020).

Menurut Wimboh, pendampingan di lapangan bagi UMKM termasuk juga mendorong lembaga keuangan mikro serta nasabahnya supaya bisa dimasukkan dalam digital platform technology supaya dalam pemberian stimulus bisa lebih cepat diterima.

Wimboh didampingi Kepala OJK Regional III Jateng DIY Aman Santosa menyebut, pihaknya saat ini juga fokus untuk perusahaan besar supaya cepat pulih dan mereka bisa bersinergi dengan UMKM untuk memasok kebutuhan produksinya.

Di Jateng, BI juga terus meningkatkan kapasitas UMKM meskipun dalam kondisi pandemi. Melalui KERIS Jateng,  BI juga membantu dalam menarik investor untuk mau berinvestasi di Jateng.

Berdasarkan data per 2 September 2020, restrukturisasi kredit perbankan di Jateng telah mencapai angka Rp 58,34 triliun dengan debitur yang telah direstrukturisasi sebanyak 1.143.714 account. Komposisi restrukturisasi terhadap mikro mendominasi restrukturisasi yang dilakukan perbankan yaitu sebesar Rp 20,57 triliun atau 35,27% dari total restrukturisasi.

Terkait dengan Penempatan Uang Negara yang telah ditempatkan di Bank Himbara dan Bank Jateng telah disalurkan sebesar Rp 9,11 triliun naik sebesar 240,80% (mtm) dengan 191.893 debitur naik sebesar 249,07% (mtm) dengan sektor yang mendominasi ekspansi kredit adalah sektor perdagangan besar eceran, pertanian dan industri pengolahan.

Program PEN lainnya yaitu pemberian subsidi bunga, dengan realisasi subsidi bunga di Jawa Tengah per 7 September 2020 sebesar Rp 221,82 miliar dengan total debitur sebanyak 946.458 debitur. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :