Inovasi Pemuda Tergo Kudus Angkat Ekonomi Perajin Serat Daun Pandan

oleh -687 kali dibaca
Aris Sutopo (32) sang owner Cak Peter saat menunjukkan tikar pandan hasil karya warga Tergo Kecamatan Dawe, Kudus. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus dari dulu sudah terkenal dengan pengrajin tikar berbahan dasar daun pandan. Hal itu berlatarbelakang karena banyaknya tumbuhan pandan yang dijumpai di desa tersebut.

Kumpulan pemuda Desa Tergo, Kecamatan Dawe, Kudus yang tergabung dalam Cak Peter terus berinovasi untuk mengangkat ekonomi warga masyarakat di masa pandemi dengan mengembangkan kerajinan tikar pandan yang sudah menjadi budaya turun-temurun menjadi sejumlah produk yang bemilai seni tinggi.

Selain Tikar, juga dikembangkan inovasi produk lain seperti peci pandan, tas pandan, nampan pandan, tas pandan hingga sandal pandan.

“Semenjak April 2020 warga pembuat tikar hingga penjahit kami berdayakan dan bantu angkat perekonomiannya, hasil produknya kami jual ke berbagai kota. Bahkan sudah terjual hingga ke luar negeri, Palestina dan JErman,” terang Owner Cak Peter Aris Sutopo (32) saat ditemui isknews.com, Sabtu (13/3/2021).

Adapun proses pembuatannya, para perajin tikar pandan mengambil daun pandan pilihan. lalu dipisahkan dari batang tengah dan duri.

Setelah terpisah, lanjut proses penjemuran dilakukan hingga daun benar-benar kering agar bagus ketika dianyam. “Setelah kering, dikerok agar kotoran hilang dan mengkilap, kemudian dianyam secara manual. Proses itu paling tidak membutuhkan waktu satu pekan menyesuaikan kondisi cuaca,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :