IPTU Subkhan : Jadilah Santri Petarung Ideologi Demi NKRI

oleh -130 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Santri adalah segolongan manusia yang identik dengan seseorang yang memiliki pengatahuan agama yang lebih dibanding dengan yang lainnya, baik dari pemahamannya tentang aqidah, syariah maupun tasawufnya. Diharapkan dengan stigma baik tersebut maka santri diharapkan menjadi ujung tombak dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, karena penyebaran paham radikalisme saat ini cenderung dibalut dengan ajaran agama yang dipahami secara texstual saja dan tafsir sesuai kepentingannya,” demikian pernyataan IPTU Subkhan mengawali materinya dalam kegiatan optimalisasi peran santri dalam menangkal radikalisme.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpol Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Ponpes Al furqon Yanbu’ul Ulum Sidorekso Kaliwungu Kudus dan dibuka oleh Bupati Kudus Dr. H. Hartopo, S.T., M.T., M.H dan dihadiri oleh wakil Ketua DPRD Kudus H. Mukhasiron serta diikuti oleh tokoh agama, tokoh ormas keagamaan dan puluhan santri. Dalam sambutannya, Bupati Kudus menyampaikan bahwa salah satu ancaman bagi NKRI dan Pancasila saat ini adalah penyebaran paham radikalisme yang cenderung dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan internet sebagai sarana propagandanya, sehingga atas hal itu depkominfo telah memblokir media-media penyebaran propaganda radikalisme di Indonesia.

“Mencegah terorisme itu sama artinya dengan mencegah jatuhnya korban jiwa, karena terorisme merupakan bentuk kekerasan yang menargetkan jatuhnya korban jiwa. Membicarakan terorisme juga tidak lepas dari membicarakan radikalisme, karena radikalisme adalah ideologi atau ibu dari terorisme. Penindakan terhadap aksi terorisme merupakan domain aparat penegak hukum secara terpusat karena aksi terorisme merupakan kejahatan lintas batas wilayah, sedangkan penanggulangan penyebaran radikalisme menjadi tanggung jawab kita bersama, semua elemen masyarakat dalam bentuk pembentengan masyarakat dari pengaruhnya” terangnya.

IPTU Subkhan, S.H., M.H yang merupakan praktisi dan penulis Buku MENCEPIT, menutup celah penyebaran ideologi teroris lebih lanjut menyampaikan, “Secara politik hukum nasional, penanggulangan terorisme sudah diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2018, namun masih terdapatnya beberapa celah hukum khususnya terkait penanggulangan penyebaran ideologi terorisme dalam regulasi tersebut, sehingga perlunya menutup celah hukum tersebut dengan membuat kebijakan hukum lokal agar ideologi terorisme tidak berkembang di tengah masyarakat. Kudus menjadi salah satu kabupaten yang sudah memiliki kebijakan hukum terkait penanggulangan penyebaran paham radikalisme dalam bentuk Peraturan Bupati. Mewakili institusi pihaknya berharap kepada legislatif maupun eksekutif agar sesegera mungkin melakukan up to date kebijakan hukum tersebut atau mungkin dilakukan upgrade menjadi Peraturan Daerah baik berdiri sendiri maupun digabungkan dengan Perda Pesantren agar lebih dapat menyesuaikan dengan dinamika perkembangan penyebaran paham radikalisme yang ada khususnya di Kabupaten Kudus, serta dapat dijadikan rujukan kegiatan bagi seluruh dinas intansi dan lembaga yang ada.”

Mengakhiri materinya IPTU Subkhan memberikan cinderamata berupa Buku MENCEPIT kepada Bupati Kudus, Wakil Ketua DPRD Kudus, Pengasuh Ponpes Al Furqon Yanbu’ul ulum, Kesbangpol dan perwakilan peserta. Dirinya juga berpesan agar para santri yang memiliki pemahaman lebih tentang ajaran agama mampu menjadi petarung-petarung ideologi baik di dunia maya maupun di dunia nyata demi menjaga NKRI dengan Pancasilanya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :