Isu Percobaan Penculikan di SD 1 Burikan Kudus Bikin Resah, Kapolsek: Masih Asumsi

oleh -690 Dilihat
SDN 1 Burikan (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dugaan percobaan penculikan terhadap dua siswa SD 1 Burikan, Kecamatan Kota Kudus, menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan orang tua.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SD 1 Burikan, Ariyani Wijayanti, membenarkan adanya dua peristiwa mencurigakan yang terjadi pada Selasa (28/10/2025) dan Sabtu (8/11/2025) saat jam pulang sekolah.

Menurut Ariyani, pelaku berusaha membujuk siswa dengan modus berpura-pura disuruh menjemput ibunya.

“Pelaku bilang ke anaknya, ‘ayo pulang, suruh jemput mamah.’ Untung anaknya menolak dan tidak mau ikut,” ujar Ariyani saat dihubungi sejumlah awak media, Rabu (12/11/2025).

Korban pertama berinisial A (perempuan, 9), siswi kelas III. Ia sempat diikuti oleh seseorang yang berusaha mengajaknya pulang. Beruntung, korban menolak ajakan tersebut dan tetap berjalan sendiri hingga disapa warga sekitar.

“Anaknya tetap jalan sendiri, tapi pelaku itu sempat menututi dari belakang. Saat ada tetangga yang nyapa, pelakunya langsung berhenti dan berbalik arah,” jelas Ariyani.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada Sabtu (8/11/2025) terhadap siswa lain berinisial R (laki-laki, 9), yang juga duduk di bangku kelas III. Pelaku diduga orang yang sama, namun kali ini datang berboncengan dengan rekannya.

“Yang kedua itu malah dua orang, laki-laki semua, datang berboncengan,” tambahnya.

Mengetahui kejadian itu, pihak sekolah langsung melaporkan ke Babinsa dan Polsek setempat. Ariyani juga meminta agar rekaman CCTV di sepanjang jalan sekitar sekolah dicek untuk mengidentifikasi pelaku.

“Saya sudah laporan ke Babinsa, dan kemarin juga sudah datang dari Polsek. Saya minta tolong dicek CCTV di sekitar jalan itu, karena bukan wewenang saya kalau mau ngecek sendiri,” ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, sekolah kini memperketat pengawasan saat jam pulang dan meminta semua orang tua untuk menjemput anak mereka secara langsung.

“Hari Sabtu itu saya langsung buat pengumuman di grup wali murid, untuk sementara anak-anak yang biasanya jalan kaki supaya dijemput dulu,” kata Ariyani.

Senada, Kepala Desa Rendeng, Mohammad Yusuf, mengakui pihaknya juga memperoleh laporan dari warganya yang anaknya bersekolah di SD 1 Burikan. Ia menyebut keluhan dan cerita para ibu di grup-grup WhatsApp kini ramai membahas dugaan percobaan penculikan tersebut.

“Saya hanya menginstruksikan kepada warga agar anggota keluarga menjemput anaknya sendiri di sekolah. Jangan biarkan anak-anak pulang sendirian dulu sampai situasinya benar-benar aman,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, menegaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap laporan tersebut.

“Jadi gini rekan-rekan semua, terkait dengan adanya isu tentang dugaan penculikan anak di wilayah Kota Kudus, kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Tim kami juga sudah kami turunkan,” jelas AKP Subkhan.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut benar-benar merupakan upaya penculikan.

“Fakta tentang penculikan itu kan juga belum terbukti benar adanya. Sehingga masih sebatas asumsi, dan asumsi itu belum bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Namun demikian, pihaknya tetap mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi keresahan masyarakat.

“Karena isu ini sudah beredar luas dan menimbulkan kekhawatiran, kami dari jajaran kepolisian sudah mengambil langkah-langkah pencegahan. Babinsa dan Bhabinkamtibmas kami arahkan untuk memberikan pendampingan ke sekolah-sekolah, terutama saat jam-jam pulang,” terangnya.

AKP Sibkhan juga mengimbau kepada masyarakat dan pihak sekolah agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami berharap informasi seperti ini tidak berkembang menjadi seolah-olah sudah fakta kejadian. Isu semacam ini seringkali membesar padahal belum terbukti,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan para pihak terkait, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, namun belum menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana penculikan.

“Dari penyelidikan tim kami di lapangan, setelah bertemu para pihak dan mempelajari CCTV di sekitar TKP, kami belum bisa menyimpulkan bahwa itu adalah tindak pidana penculikan,” tegasnya.

Sebagai penutup, AKP Sibkhan mengingatkan agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

“Kami imbau kepada pihak sekolah, bila mendapatkan informasi semacam itu jangan langsung diterima mentah. Coba didalami dan dipelajari dulu. Langkah terbaik adalah meningkatkan kewaspadaan serta membuat SOP terkait kepulangan dan penjemputan anak-anak sekolah,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :