Isyana/Rinjani Tembus Babak 16 Besar, Sempat Panik di Game Kedua

oleh -222 Dilihat
Ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Ganda putri Indonesia, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, berhasil mengamankan tiket babak 16 besar Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Pasangan unggulan kedua tersebut mengalahkan wakil Korea Selatan, Seung Hee Lee/Park Min Ji, dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-18, Rabu (21/10/2026).

Bertanding di hadapan pendukung bulu tangkis yang memadati arena pertandingan di Kudus, Isyana/Rinjani tampil meyakinkan sejak awal laga. Mereka mampu mengendalikan permainan pada gim pertama dan menutupnya dengan kemenangan 21-13.

Namun, situasi berbeda terjadi pada gim kedua. Isyana/Rinjani sempat kehilangan momentum ketika lawan mulai mengejar ketertinggalan poin. Tekanan yang diberikan pasangan Korea Selatan membuat permainan mereka sedikit goyah.

Isyana mengakui, dirinya bersama Rinjani sempat kehilangan fokus dan merasa panik ketika terus mendapat serangan dari lawan. Meski demikian, keduanya mampu kembali menemukan permainan terbaik pada poin-poin krusial hingga akhirnya memastikan kemenangan.

“Game pertama kami sudah yakin mainnya. Di game kedua di pertengahan mulai goyah, karena lawan nyusul poinnya banyak. Fokusnya jadi hilang dan agak panik saat diserang oleh lawan,” ujar Isyana.

Ia menambahkan, keberhasilan memanfaatkan peluang pada akhir gim kedua menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan mereka meraih kemenangan. Keputusan challenge yang diajukan juga terbukti menguntungkan pasangan Indonesia tersebut.

“Untungnya kami bisa kembali unggul di poin akhir dan beruntung juga tadi challenge-nya berhasil. Dengan adanya Hawk-Eye Challenge sangat menguntungkan pastinya buat kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Rinjani menilai kondisi fisik lawan turut memberikan keuntungan bagi pasangan Indonesia. Seung Hee Lee/Park Min Ji dinilai tidak berada dalam kondisi sebugar ketika tampil pada turnamen sebelumnya di Malaysia, karena baru menyelesaikan pertandingan final sehari sebelumnya.

“Kami tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Dari awal kami harus yakin karena lawan secara stamina dan fokus sudah tidak sebugar kami,” kata Rinjani.

Meski berhasil melangkah ke babak berikutnya, Isyana/Rinjani menyadari tantangan yang akan dihadapi tidak semakin mudah. Sejumlah calon lawan mereka memiliki pengalaman bertanding di turnamen level Super 300 hingga Super 500, dengan jam terbang yang dinilai lebih tinggi.

Isyana mengatakan, dirinya bersama Rinjani akan berusaha tampil maksimal tanpa terbebani pengalaman lawan. Fokus utama mereka adalah menjaga konsistensi permainan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Secara lawan pastinya calon lawan kami banyak yang sudah main di Super 300–500. Kami sudah sampai di situ juga, namun bisa dibilang mereka lebih senior. Jadi kami mau main semaksimalnya saja,” ungkapnya.

Untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, Rinjani menegaskan pentingnya menjaga keyakinan terhadap pukulan serta beradaptasi dengan kondisi lapangan yang kini sudah mereka kenali. Dukungan meriah penonton di Kudus juga menjadi tambahan motivasi bagi pasangan muda tersebut.

“Evaluasi untuk besok, harus yakin lagi dengan pukulan-pukulannya karena sudah tahu kondisi lapangannya seperti apa. Dengan dukungan yang meriah di sini pastinya membantu kami tampil lebih maksimal,” pungkas Rinjani.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Isyana/Rinjani untuk melanjutkan perjuangan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Sebagai unggulan kedua di sektor ganda putri, mereka diharapkan mampu menjaga performa dan melangkah lebih jauh dalam turnamen yang berlangsung di Kudus tersebut. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.