Iuran Naik, Peserta Mandiri BPJS Kesehatan di Kudus Ramai-ramai Turun Kelas

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Peserta BPJS kesehatan ramai-ramai mengajukan turun kelas karena khawatir tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan yang akan naik pada awal 2020 mendatang.

Satu di antaranya adalah Sofyan yang mendatangi kantor peserta BPJS kesehatan di Kudus, Jumat (22/11/2019).

Ia memutuskan untuk turun kelas karena khawatir tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan yang akan naik pada 2020 mendatang. Sofyan mengajukan turun kelas BPJS kesehatan dari kelas 2 menjadi kelas 3.

TRENDING :  Sambut Pemudik, Dishub Kudus Pasang Puluhan Rambu Portable Jalur Alternatif

Terlihat warga ramai-ramai mendatangai kantor peserta BPJS untuk mengajukan penurunan kelas, “Kita selaku warga ya cukup keberatan gitu ya, dengan adanya kenaikan 100 persen ini, ya mungkin yang lain juga banyak yang turun kelas seperti saya, gitu,” ujar Sofyan.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Maya Susanti Penurunan kelas ini terjadi karena Perpres 75/2019 yang memuat penyesuaian iuran program Jaminan Kesehatan Nasional, iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas I menjadi Rp160 ribu dari sebelumnya Rp81 ribu, kelas II menjadi Rp110 ribu dari sebelumnya Rp52 ribu, dan kelas III menjadi Rp42 ribu dari sebelumnya Rp25.500. Perubahan kenaikan iuran tersebut berlaku mulai 1 Januari 2020 mendatang.
“Dari data yang kami peroleh selama awal bulan November 2019 ini ada sebanyak 248 peserta. Itu kurang lebih selama dua pekan ini,” jelasnya.

TRENDING :  Bea Cukai Kudus Amankan Rokok Ilegal Senilai Rp143 Juta

Pihaknya mencatat dari bulan November 2019 ini saja sudah ada sebanyak 248 peserta JKN mandiri yang melakukan turun kelas.

TRENDING :  Pintu Air Bendungan Klambu Dibuka, Petani Undaan Bernafas Lega

Lebih rinci, untuk peserta JKN mandiri di Kabupaten Kudus tercatat sebanyak 79.259 peserta. Dengan rincian untuk kelas I sebanyak 11.612 peserta, kelas II sebanyak 24.599 peserta dan kelas III sebanyak 43.048 peserta. “Dari jumlah itu sebesar 60 persen aktif membayar iuran JKN mandiri. Sedangkan yang 40 persen mereka melakukan tunggakan iuran BPJS,” katanya. (AJ/YM

KOMENTAR SEDULUR ISK :