Jagong Gayeng FKPPK: Pengembangan Ekonomi Kreatif jadi Penggerak Industri Pariwisata

oleh -510 kali dibaca
Forum Komunikasi Percepatan Pariwisata Kudus (FKPPK) menggelar acara Jagong Gayeng yang ketiga di Aula Waterpark Mulia Wisata, Lau Dawe Kudus, Senin (29/3/2021). (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Forum Komunikasi Percepatan Pariwisata Kudus (FKPPK) menggelar acara Jagong Gayeng yang ketiga di Aula Waterpark Mulia Wisata, Lau Dawe Kudus, Senin (29/3/2021) sore. Acara tersebut juga bertepatan dalam rangka ulang tahun Waterpark Mulia Wisata yang ke-10.

Ketua FKPPK Siswanto mengatakan, event Jagong Gayeng memberikan wadah sejumlah asosiasi di Kudus untuk memberikan sumbangsihnya, dalam hal ini kemajuan Pariwisata di Kota Kretek, Kudus.

Acara tersebut telah berjalan untuk yang ketiga kalinya, “Jagong Gayeng pertama dengan mengangkat tema ‘Sinergitas Antar Asosiasi’, kemudian yang kedua, mengangkat tema ‘Kudus menuju kota wisata’. dan Jagong Gayeng jilid 3 ini, kita angkat tema, bangkitnya pariwisata Kudus,” terangnya.

3 Narasumber berpengaruh didatangkan untuk membahas kiat Bangkitnya Dunia Pariwisata ditengah Pandemi. Sebanyak 12 asosiasi di Kudus juga dilibatkan, hal itu sebagai upaya untuk kudus menjadi kota wisata, “Semua yang kita undang ada 12 asosiasi, termasuk Desa wisata,” paparnya.

Pelaku Ekonomi Kreatif, Triyan mengatakan pada masa pandemi saat ini, industri pariwisata dan ekonomi kreatif mengalami perubahan yang cukup signifikan. Terlebih lagi dengan adanya transformasi digital yang berkembang sangat pesat.

“Kita harus siap dalam perubahan industri pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini, kita dituntut kreatif, inovatif dan mudah beradaptasi,” tegas Triyan yang juga pemilik CV Seleksi Alam Bumi Nusantara.

Menurutnya, Sektor ekonomi kreatif di Kudus yang didominasi pelaku UMKM telah berkembang dengan produk dan jasa yang sangat beragam serta memiliki ciri khas atau keunikan tersendiri. Kreatifitas merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan global. Bentuk-bentuk ekonomi kreatif selalu tampil dengan nilai tambah yang khas, menciptakan “pasar”nya sendiri, dan berhasil menyerap tenaga kerja serta pemasukan ekonomis.

“Inilah yang sebenarnya menjadi kekuatan industri ekonomi kreatif kita, karena pesona dan pengaruh budaya lokal yang begitu besar terhadap produk yang dihasilkan,” kata Tryan.

Masih ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Bergas Catursari Penanggungan menyebut acara ini sangat baik diadakan, karena sebagai upaya untuk memberikan pencerahan, solusi masing-masing asosiasi. “Acara yang solutif, bisa mencari solusi lewat sharing antar asosiasi,” jelasnya.

Ia juga membagikan beberapa tips kepada pelaku pariwisata melewati masa pandemi, Apalagi, saat ini pengalaman baru dalam berwisata diterapkan, dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan wisatawan, serta keselamatan para pekerja pariwisata. Mulai dari pemesanan via online, pembayaran non tunai atau cashless, hingga augmented reality, dan virtual reality.

Tips tersebut diantaranya, kekuatan Digital Marketing, Wait and See Strategy, Bundling Products dan peran Komunitas. (Penjelasannya bisa dibaca pada link https://bit.ly/3u2Ss1W ).

Sementara Camat Dawe, Amin Rahmat, sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Untuk bangkitnya pariwisata di Kudus harus dibutuhkan peran berbagai pihak, saling bersinergi,” terangnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :