Jalan Dua Hari Normalisasi Sungai SWD-1 Dihentikan Ada Apa?

oleh -945 kali dibaca

KUDUS, isknews.com – Baru berjalan dua hari, operasional alat berat yang digunakan untuk. Pasalnya Sungai SWD-1 mendadak meluap, sehingga pengerukan sungai itu tidak mungkin diteruskan.
Pemantauan isknews.com, Kamis (25/2), dari atas jembatan Sungai SWD-1, di utara Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, air sungai selebar sekitar 30 meter itu meluap dengan ketinggian air rata dengan permukaan tanggul di kedua sisi sungai, sehingga meluber ke lahan persawahan di sekitarnya.
Akibatnya, dua alat berat backhoe milik Dinas Bina Marga Pengairan Energi Sumber Daya Mineral (BPESDM) Kabupaten Kudus yang digunakan mengeruk sungai tersebut, harus dihentikan, sampai air surut. Satu alat berat diparkir di atas tanggul sebelah utara jembatan, sedangkan satunya lagi diparkir di tanggul selatan.
Sejumlah warga Dukuh Karangturi, berdatangan ke jembatan tersebut, melihat Sungai SWD-1 yang airnya berombak-ombak kecil tertiup angin. Bermacam jenis sampah dan tanaman enceng gondok, tampak mengambang di permukaan sungai, dan menumpuk di bawah jembatan.
Menurut Karwan, warga Karangturi, yang ditemui isknews.com, air yang diduga berasal dari luapan Sungai Wulan itu, mulai masuk ke Sungai SWD-1, pada hari Rabu (24/2), sekitar jam 21:00. Semakin lama permukaan air semakin meninggi, sampai rata dengan ketinggian tanggul sungai tersebut, pada keesokan harinya.
Melihat kondisi seperti itu, kegiatan normalisasi dengan menggunakan alat berat terpaksa dihentikan. “Pagi tadi, operator backhoe itu sudah datang, tetapi tidak jadi menjalankan, karena sungainya sedang banjir.”
Petani penduduk asli Dukuh Karangturi itu, menilai normalisasi yang dilakukan untuk sekarang ini, waktunya kurang tepat. Karena pada bulan Februari, musim hujan belum berakhir, sehingga masih hujan pun masih sering terjadi. Sehingga Sungai SWD-1 pun selalu banjir. “Waktu yang tepat untuk normalisasi, ya sekitar April-Mei
. Karena pada bulan itu sudah musim kemarau, saat seperti itu, Sungai SWD-1 ini tidak ada air.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :