Jalan Rusak di Ruas Winong – Gribig Segera Diperbaiki

oleh -244 kali dibaca
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arif Budi Siswanto menunjukkan jalan rusak di Jalan Gribig Raya, Senin (7/3/2022) kemarin.‎ (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Ruas jalan Winong turut Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kudus, dijadwalkan akan segera diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. Ruas jalan yang akan diperbaiki adalah sepanjang perbaikan yang akan dilakukan di jalan tersebut memiliki panjang sekitar 944 meter dengan lebar kurang lebih 4 meter.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arif Budi Siswanto‎, menurutnya untuk tahap awal ini sementara pihaknya akan menggunakan dana anggaran pemeliharaan kerusakan jalan yang bersumber dari anggaran belanja rutin APBD Kudus tahun 2022

“Rencana kami akan gunakan Lapis Penetrasi Makadam atau Lapen untuk pada perbaikan pertama ini untuk menambal sejumlah lobang. Saat ini sudah dilakukan pengukuran,” kata Arif, Senin (07/03/2022).

Pada tahapan berikutnya nanti ditutup dengan AC-WC setelah hasil perencanaan selesai, menurutnya sekitar awal Bulan April nanti.

Sementara itu, terkait perbaikan jalan rusak di Kabupaten Kudus, secara umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyiapkan anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan kabupaten yang mencapai Rp 20 miliar.

Pemeliharaan itu dilakukan untuk memperbaiki jalan rusak yang dilaksanakan agar warga masyarakat‎ nyaman berkendara.

Dijelaskan oleh Arif, kerusakan jalan yang terjadi di Kabupaten Kudus karena armada yang kelebihan muatan. Pasalnya, banyak kendaraan yang memilih untuk melintas di kawasan kota‎ daripada menggunakan jalan lingkar.

“Banyak kendaraan besar itu tidak mau masuk jalan lingkar karena alasannya lebih jauh, mereka lebih memilih melintas di kota,” jelas dia.

Disamping itu, kata dia, kerusakan jalan juga disebabkan karena curah hujan tinggi sehingga menyebabkan‎ jalan rusak.

“Karena curah hujan yang tinggi, air merendam sebentar saja sudah banyak jalan yang rusak,” jelas dia.

Jalan yang rusak itu di antaranya berada di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan KHR Asnawi.

“Di sana terlihat ada deformasi jalan, jalan di sana banyak yang bergelombang. Sehingga sasaran perbaikan juga di sana,” ujar dia.

Menurutnya, perbaikan jalan Kabupaten Kudus tidak hanya bisa menggunakan APBD Kabupaten Kudus.

Namun pihaknya berencana juga akan bekerjasama dengan perusahaan agar bisa menggunakan alokasi corporate social responsibility (CSR).

“Kita sudah bangun CSR, tapi dari sana belum ada respon,” ujar dia.

Selain itu, perbaikan infrastruktur rencananya juga bisa menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2022.

Khususnya untuk jaringan akses jalan yang mengubungkan produksi rokok agar memudahkan perjalanan buruh rokok.

“Rencananya bisa dipakai untuk interconecting akses jalan, tapi memang ini masih dalam pembahasan,” ucap dia.

‎Berdasarkan data, kemantapan jalan di Kabupaten Kudus mencapai 92,34 persen pada tahun 2021 lalu.

Jumlah itu meningkat dibandingkan 2019 sebesar 90,4 persen ‎dan 2020 lalu sebesar 91,9 persen.

“Kemantapan jalan di Kudus naik 0,4 ‎persen pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar dia.

Jalan yang mantap terbagi dalam dua kategori yakni jalan baik sepanjang 334.817 kilometer atau 52,38 persen dan jalan sedang 255.478 kilometer atau 39,96 persen.

Sedangkan yang tidak mantap sebesar 7,6 persen, terdiri dari rusak ringan sepanjang 36.786 kilometer atau 5,75 persen dan rusak berat 12.181 kilometer atau 1,91persen.‎ (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.