Jalan Terendam Setiap Tahun, Warga Karangrowo Swadaya Bergerak Uruk Akses Utama

oleh -1069 Dilihat
Warga Desa Karangrowo, Dukuh Krajan, Kecamatan Undaan, Kecamatan Kudus bergotong royong melakukan pengurukan jalan yang kerap terendam banjir. (Foto: Devy)

Kudus, isknews.com – Warga Desa Karangrowo, Dukuh Krajan, Kecamatan Undaan, Kecamatan Kudus bergotong royong melakukan pengurukan jalan yang kerap terendam banjir.

Jalan sepanjang sekitar 200 meter itu diuruk menggunakan tanah padas atau batu gamping hasil swadaya masyarakat.

Salah satu warga, Hawi Sukamto, mengatakan pengurukan dilakukan karena jalan sering tidak bisa dilalui saat banjir datang. Menurutnya, kondisi itu sudah terjadi hampir setiap tahun.

“Ini pengurukan karena masyarakat sudah gregetan. Kalau tidak diuruk, jalan bisa tergenang sampai setengah meter berbulan-bulan,” kata Hawi, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dana pengurukan berasal dari iuran warga karena bantuan pemerintah belum turun. Iuran dikumpulkan secara sukarela dengan nominal beragam.

“Ada yang iuran Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp15 ribu, Rp20 ribu, sampai Rp50 ribu. Ini murni kehendak masyarakat, bukan paksaan,” ujarnya.

Hawi menuturkan, banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama anak sekolah dan pekerja pabrik yang harus melintas jalan tersebut setiap hari.

“Kalau banjir, anak sekolah dan yang kerja di pabrik tidak bisa lewat. Makanya warga sepakat uruk jalan supaya bisa dilalui walaupun air datang,” katanya.

Pengurukan dilakukan dengan ketinggian berbeda-beda sesuai kondisi kontur jalan. Di beberapa titik, ketinggian urukan mencapai 80 sentimeter.

“Yang paling dalam itu hampir 80 sentimeter, ada juga yang 50 sentimeter. Lebarnya sekitar 5 sampai 6 meter,” jelasnya.

Ia menyebut, total biaya yang dibutuhkan untuk pengurukan diperkirakan mencapai Rp150 juta. Proses pengurukan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga dari 10 RT di RW 2.

Menurutnya, banjir di wilayah tersebut juga berdampak pada lahan pertanian. Bahkan pada musim sebelumnya, sawah di sekitar jalan mengalami gagal panen.

“Karangrowo ini kalau banjir ya gagal panen. Tapi yang paling penting sekarang jalan dulu supaya bisa dipakai lewat,” ujarnya.

Setelah pengurukan selesai, warga berencana mengajukan permohonan ke pemerintah desa agar jalan tersebut bisa diaspal permanen.

“Nanti kita laporkan ke Pak Lurah supaya bisa diajukan untuk pengaspalan. Masyarakat tidak keberatan, yang penting jalan bisa dilewati,” tuturnya.

Ia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur di wilayah yang setiap tahun terdampak banjir.

“Harapan kami sederhana, semoga jalan ini nanti bisa diaspal supaya tidak perlu diuruk terus setiap musim banjir,” pungkasnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.