Tetap Komitmen Dukung Eliminasi TBC, Aisyiyah Kudus Jalin Sinergi Lintas Sektor

oleh -41 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Sub-sub Recipient ( SSR ) TBC HIV Care Aisyiyah Kabupaten Kudus menggelar pertemuan dengan pemangku kepentingan untuk penguatan komunitas dan organisasi TBC di Kabupaten Kudus. Pasalnya, program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 yang bekerjasama dengan Global Fund itu telah berakhir di bulan Desember Tahun 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan @Hom Hotel itu dihadiri Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kudus, perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah ( KPAD ) Kabupaten Kudus, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Dinas Sosial Kabupaten Kudus, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, perwakilan Puskesmas, perwakilan kader TBC SSR Aisyiyah Kudus dan perwakilan mantan pasien TBC.
Amiruddin Siregar, Koordinator SSR Aisyiyah Kudus mengatakan, meskipun kerjasama sudah selesai, namun sesuai dengan misi penguatan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, PP Aisyiyah mempunyai program “GRASS” Gerakan Aisyiyah Sehat. Tentunya dengan melanjutkan program secara mandiri dengan dukungan berbagai pihak.

“Dalam kesempatan ini, SSR TB HIV Care Aisyiyah Kudus mengajak semua lini untuk mensupport dan melaksanakan gerakan kembali yang sudah dijalankan Aisyiyah berkaitan program TB. Program ini adalah program berjuang, semua bisa ikut peduli dengan membentuk Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan untuk mengeliminasi TB,” katanya, Selasa ( 22/12/2020 ).

Amir menambahkan, SSR TB HIV telah melatih beberapa kader untuk melaksanakan pencarian suspect serta pendampingan pengobatan dan edukasi sampai pendampingan kesembuhan.

“Meski kerjasama dengan Global Fund telah berakhir, kami dari Aisyiyah tetap akan melaksanakan eliminasi TB sampai tahun 2028 yang dicanangkan oleh Pemerintah, mudah – mudahan lancar bisa bekerjasama dengan OPD dan berjalan dengan baik,” paparnya.

Lebih lanjut, Amir menyebut, Program SSR TBC HIV Kabupaten Kudus telah mempunyai kader terlatih di tiap tiap Puskesmas dan Desa, namun kader yang aktif berjumlah sekitar 25 orang.

“Kegiatan yang dilakukan diantaranya pelatihan kader, pertemuan jejaring dengan CSO dan filantropi, pertemuan rutin dengan Dinas Kesehatan, penyuluhan offline dan online, penjaringan suspect aktif dengan investigasi kontak, pendampingan pemeriksaan dan pengobatan, monitoring dan evaluasi kader, pelatihan manajemen dan fundrising serta program desa siaga TBC,” pungkasnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :