Jamin Stok Beras Aman, Bulog Fokus Serapan Beras dari Petani

oleh -410 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Stok beras untuk wilayah eks-karesidenan Pati dirasa cukup untuk 5 sampai 6 bulan mendatang. Hal ini diyakinkan dengan adanya penyerapan 2.500 ton beras dari petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Pati. Dengan penambahan tersebut, total terdapat sekitar 16.000 ton persediaan beras yang ada di gudang.

“Kapasitas gudang kami total ada 40.000 ton. Dan saat ini sudah terisi sekitar 16.000 ton. Yang mayoritas merupakan hasil serapan dari petani,” kata Kepala Bulog Subdivre II Pati Yonas Haryadi Kurniawan.

Pihaknya mengungkap, akan mengutamakan serapan beras dari petani untuk memenuhi gudang. Agar tak ada beras impor yang masuk ke wilayahnya.

Disamping itu, optimalisasi serapan dimaksudkan agar petani bisa meminimalisasi kerugian. Karena pihak Bulog membeli gabah maupun beras dengan harga yang standar. Yang mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia nomor 24 tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah atau beras.

Dalam aturan tersebut tercantum harga pembelian gabah kering panen dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp 4.200 per kg di petani. Atau Rp 4,250 per kg di penggilingan.

“Sementara harga pembelian beras dengan kualitas kadar air paling tinggi 14%, butir patah paling tinggi 20%, kadar menir paling tinggi 2% dan derajat sosoh paling tinggi 95%, sebesar Rp 8.300 per kg di gudang Perum Bulog,” jelasnya.

Yonas menambahkan jika untuk penyerapan tersebut memang ada beberapa daerah yang agak lambat. Salah satunya di Kudus. “Memang agak telat kalau di Kudus. Selain karena faktor banjir yang berimbas pada kualitas. Juga areal pertanian yang relatif agak sempit dibanding wilayah lain,” ungkapnya.

Di Kudus sendiri serapan dari petani baru 100 ton. Sementara ketersediaan yang ada sudah 1.076 ton. Dari total kapasitas gudang yang mencapai 5.500 ton.

“Untuk itu serapan masih kami giatkan terus. Bahkan hingga nanti di musim panen TM II. Selama masih ada petani yang mau jual ke kami, pasti dibeli. Bahkan sempat beberapa kali gudang kami penuh. Dan kami sewakan gudang milik rekanan,” tuturnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :