Januari 2021, Kudus Alami Inflasi 0,27 Persen

oleh -91 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pada bulan Januari 2021 Kabupaten Kudus mengalami inflasi sebesar 0,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,94.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus, Rahmadi Agus Santosa mengatakan, Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

“Diantaranya kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,31 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,88 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,42 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,30 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen; kelompok transportasi sebesar 0,17 persen; dan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,10 persen,” bebernya, Selasa (2/2/2021).

Selanjutnya, lanjut Rahamdi, untuk kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan harga (stabil). Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi atau penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,44 persen.

Sementara ada 5 (lima) komoditas penyebab utama inflasi di Kudus pada Januari 2021. Yakni naiknya harga nasi dengan lauk, tempe, upah asisten rumah tangga, cabai rawit, dan beras. 5 (lima) komoditas penyebab deflasi adalah turunnya harga telur ayam ras, cabai merah, bawang merah, telepon seluler, dan tomat.

Tingkat inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun Januari 2021 adalah sebesar 0,27 persen dan 1,52 persen.  Jawa Tengah pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan indeks harga sebesar 105,74 sedangkan Nasional mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dengan indeks harga sebesar 105,95.

Inflasi di Jawa Tengah terjadi di lima kota inflasi, yaitu Kota Surakarta sebesar 0,68 persen; Kota Purwokerto 0,35 persen; Kota Cilacap dan Kota Kudus masing-masing sebesar 0,27 persen; dan Kota Semarang 0,14 persen. Kota Tegal menjadi satu-satunya kota yang mengalami deflasi yaitu sebesar 0,17 persen. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :