Jasa Penukaran Uang di Kudus : Asli Semarang, Adu Hoki di Kudus

oleh -211 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Para penyedia jasa penukaran uang mulai menjamur di Kudus menjelang hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah atau tahun 2022. Mereka menggelar lapaknya dengan harapan mendapatkan peruntungan dari masyarakat yang berniat menukar uang untuk dibagikan kepada sanak saudara pada saat lebaran nanti.

Terpantau di lapangan, lapak jasa penukaran uang mulai menjamur di sepanjang Jalan Sunan Kudus hingga Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Bermodalkan gerobak kayu sederhana dengan ayoman payung, mereka menawarkan jasa penukaran uang.

Mulai dari pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5000, Rp 10.000, hingga Rp 20.000.

Salah seorang penyedia jasa penukaran uang, Sugiarti, menuturkan, dia sudah menggelar lapaknya sejak menginjak minggu kedua Bulan Ramadhan.
“Sudah hampir dua minggu buka tapi masih sepi, semoga nanti ramai, biasanya ramai kalau mepet lebaran,” ujarnya.

Sugiarti mengaku selalu membuka lapak jasa penukaran uang tiap tahunnya saat menjelang Lebaran. Warga asli Semarang ini mengaku kerap mengadu hoki di Kudus lantaran lebih berpotensi dibandingkan membuka lapak di Semarang.

“Saya di sini sama suami. Saya milih di sini karena Semarang sudah banyak yang buka, jadi coba peruntungan di sini,” katanya.

Untuk menukarkan uang dilapaknya, Sugiarti mematok tarif jasa penukaran uang baru senilai 10 persen. Tahun ini, dia membawa sekitar Rp 30 juta uang baru yang siap untuk ditukar.

Tahun ini menjadi tahun yang dia harapkan agar jasa penukaran uang baru kembali ramai setelah pemerintah memperbolehkan mudik.

Pihaknya juga belum bisa memprediksi apakah penukaran uang tahun ini akan seramai seperti sebelum pandemi. Kendati demikian, dia masih berpikir positif bahwa minat masyarakat untuk menukarkan uang di lapak penyedia jasa akan ramai bisa mendekati Lebaran.

“Semoga nanti ramai, biasanya ramai kalau mendekati lebaran,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu penukar uang, Mia, mengaku, setiap tahun selalu menukarkan uang lewat jasa penukaran uang yang ada di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Hal ini dia pilih karena lebih efektif dan tidak perlu antre, meskipun harus dikenakan tarif 10 persen.

“Uangnya juga baru, asli, dan tidak perlu antre jadi lebih hemat waktu,” ucapnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :