Jelang Arus Mudik Dan Balik 2017, Infrastruktur Perhubungan Kudus Siap

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Tiga instansi regulator penyelenggara sarana dan prasarana infrastruktur Arus mudik dan balik Jelang lebaran 2017 menyatakan kesiapannya. Ketiga instansi tersebut adalah Polres Kudus, Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), secara terpisah menyatakan siap menyelenggarakan even mudik yang berlangsung setiap tahun.

Hanya saja, terkait upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan sejumlah hal perlu mendapat pembenahan dan penambahan. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasatlantas AKP Eko Rubiyanto mengemukakan hal tersebut, di ruang kerjanya belum lama ini.

Dijelaskannya tim terpadu gabungan Polres, Dishub dan PUPR atau Forum Lalu Lintas sudah menggelar rapat dan sebelumnya telah menyurvei berbagai kebutuhan untuk jalur mudik lebaran tahun ini. Termasuk kesiapan jalur alternatif Kudus-Pati baik dari sisi utara maupun selatan diyakini siap digunakan seandainya terjadi kendala pada jalur utama di ruas Pantura Timur Kudus saat berlangsung arus mudik dan balik.

”Pengecekan dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Di anataranya kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kesiapan infrastruktur,”tandasnya.

TRENDING :  Kemenhub Tindaklanjuti Reaktivasi Lapter Ngloram

Eko menambahkan, dari hasil pertemuan bersama Dishub dan Dinas PUPR dihasilkan beberapa catatan dari, seperti perlunya upaya mengoptimalkan pantauan melalui CCTV. Diharapkan tahun ini arus mudik dan balik sudah dapat menggunakan piranti itu, ”Dan, kami dapat mengaksesnya,” tukasnya.

Sedangkan, hal-hal lain yang disiapkan diantaranya jalur alternatif, rambu-rambu, lampu penerangan jalan dan antisipasi ketersendatan lainnya. Untuk jalur alternatif sifatnya fleksibel penggunaannya.

Terkait sarana perhubungan guna menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, Dinas Perhubungan setempat menambah kamera pengawas. Kamera akan ditempatkan di jalur rawan kemacetan, kecelakaan lalulintas, dan tindak kejahatan di jalur Pantura Timur Kudus.

Kepala Dinas Perhubungan Kudus Didik Sugiharto menyampaikan, saat ini baru terpasang enam kamera pengawas di jalan-jalan utama di Kota Kretek. Rencananya, Dishub bakal menambah 20 unit kamera pengawas.

“Saat ini sedang proses lelang, harapannya saat musim arus mudik lebaran nanti sudah bisa terpasang. Kami utamakan di titik rawan kemacetan dan kriminalitas,” ujarnya, Rabu (24/05/2017)

TRENDING :  Penumpang Arus Mudik dan Balik 2017 di Terminal Induk Kudus Alami Kenaikan

Selain menambah kamera pengawas, pihaknya juga akan memantau kesiapan jalur alternatif yang akan dilalui pemudik. Jalaur alternatif ini penting untuk mengurai kepadatan arus lalulintas di jalur Pantura Timur Kudus.

“Meskipun biasanya pemudik yang memanfaatkan jalur alternatif ini sedikit, tetap harus kami persiapkan dengan matang. Mulai dari rambu-rambu di sepanjang jalur alternatif, kondisi jalan, dan kondisi penerangan jalan,” beber Didik.

Sementara itu dari sisi infrastruktur jalan, perbaikan jalan di Kabupaten Kudus terus dilakukan. Tak hanya melalui APBD Kabupaten, perbaikan jalan rusak juga mendapat kucuran dana dari bantuan gubernur (Bangub). Dana tersebut direalisasikan untuk rehabilitasi dan peningkatan di lima ruas jalan.

Kepala Dinas PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, dana bangub yang digunakan untuk perbaikan jalan senilai Rp 23,2 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan melakukan rehabilitasi dan peningkatan jalan.

Lokasi yang rehabilitasi, yakni Jalan R Agil Kusumadya – Mijen. Sedangkan empat lainnya dilakukan peningkatan jalan. Yakni, peningkatan Jalan Papringan – Batas Jepara; peningkatan Jalan UMK – Karangbener; peningkatan Jalan Tenggeles – Dau; dan peningkatan Jalan Tanjungkarang – Museum Kretek. ”Rehabilitasi dan peningkatan jalan dari dana Bangub masih dalam proses review. Setelah itu, baru kami lakukan lelang,” ungkap Sam’ani.

TRENDING :  Temukan Bus AKAP Tak Laik Jalan Saat Cek Kendaraan di Terminal

Jika tidak ada kendala, perbaikan infrastruktur jalan dapat segera dilakukan setelah lebaran, tepatnya pada Juli mendatang. ”Sesuai rencana, lelang dilakukan pertengahan Juni. Kemudian setelah lebaran pembangunan jalannya,” jelasnya.

Terkait jalur alternatif yang akan dilalui pemudik Sam’ani menjelaskan, pihaknya secepatnya akan memperbaiki beberapa titik jalan yang terdapat lubang. Meskipun saat ini jumlah persediaan aspal hanya sekitar 200 drum, dia memastikan masih mencukupi untuk melakukan perbaikan di jalur alternatif.

“Secara umum jalur alternatif layak dilalui pemudik. Memang ada beberapa titik yang perlu diperbaiki, tapi hal itu bukan menjadi persoalan berarti. Karena lubang yang ada tidak begitu besar, namun tetap akan kami perbaiki secepatnya sebelum arus mudik dimulai,” tuturnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.