KUDUS, ISKNEWS.COM– Puluhan ribu buruh rokok di Kabupaten Kudus mendapat suntikan bantuan tunai dari pemerintah menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 itu diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Penyaluran BLT dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di PT Djarum SKT Karangbener, Senin (29/6/2026). Gubernur didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris serta jajaran pemerintah daerah.
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Kudus mengalokasikan BLT DBHCHT sebesar Rp29,3 miliar kepada 48.834 penerima. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan Rp15,939 miliar bagi 26.565 penerima.
Masing-masing buruh menerima bantuan Rp600 ribu untuk alokasi dua bulan atau Rp300 ribu per bulan.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, penyaluran BLT DBHCHT menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap buruh industri hasil tembakau yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui sektor cukai.
“BLT DBHCHT ini kami salurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada para buruh yang telah memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama menjelang tahun ajaran baru, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan bantuan tersebut juga menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial agar kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil di tengah berbagai tantangan fiskal.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengimbau para penerima agar menggunakan bantuan tersebut secara bijak. Ia meminta dana yang diterima diprioritaskan untuk kebutuhan pokok keluarga dan biaya pendidikan anak.
“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Prioritaskan untuk kebutuhan pokok keluarga dan biaya sekolah anak. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para buruh sekaligus menjadi penyemangat untuk terus bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Sam’ani.
Ia menambahkan, penyaluran BLT tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para buruh, tetapi juga diharapkan menggerakkan roda perekonomian daerah. Perputaran uang dari bantuan tersebut diperkirakan akan berdampak positif bagi pelaku UMKM, pedagang pasar, hingga sektor ekonomi lainnya di Kabupaten Kudus.
“Kondisi fiskal saat ini menuntut kami untuk lebih kreatif dan inovatif. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga dan perekonomian daerah terus tumbuh,” tambahnya.
Salah seorang penerima BLT, Wiwin Winarni, mengaku bersyukur menerima bantuan sebesar Rp600 ribu.
Uang tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan memenuhi kebutuhan anaknya.
“Nanti untuk beli sembako sama kebutuhan anak,” katanya.
Wiwin berharap pemerintah dapat kembali menyalurkan bantuan dengan nominal lebih besar pada tahun mendatang.
“Tahun kemarin dapat lebih banyak, semoga tahun depan bisa dapat Rp1,2 juta lagi,” pungkasnya. (YM/YM)






