Jepara Berpotensi Langka Ahli Desain Ukir, Jurusan Dekorasi Seni Ukir SMK Jepara Sepi Peminat

oleh

Jepara, isknews.com – Animo siswa lulusan SMP/MTs di Jepara untuk masuk ke jurusan Dekorasi Seni Ukir SMK N 2 Jepara tergolong sangat rendah. Menurut informasi, sampai hari Jum’at (26/6) jumlah siswa yang mendaftar ke jurusan ini melalui pendaftaran online baru 8 siswa. Padahal tahun lalu jurusan ini menerima 50 siswa. Ini sungguh memprihatinkan karena masa depan Jepara ada di jurusan dekorasi seni ukir.

Kekawatiran tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Pelestari Seni Ukir, Batik, dan Tenun Jepara Hadi Priyanto kepada wartawan. Padahal jurusan ini dibuka oleh Gubernur Ganjar Pranowo pada tanggal 12 April 2014 dan diharapkan dapat menjadi “kawah condrodimuko” bagi munculnya perajin ukir masa depan.

Karena termasuk jurusan langka, diharapkan oleh Ganjar Pranowo akan menjadi rujukan pembelajaran bagi siapapun yang ingin belajar tentang seni ukir. “Namun harapan ini jauh panggang dari api karena animo peserta didik untuk masuk ke jurusan ini sangat rendah,” ujar Hadi Priyanto

Hadi Priyanto juga mengusulkan, untuk penerimaan siswa baru ini dapat diperpanjang diiringi sosialisasi yang intens melalui berbagai media yang ada di daerah. “Di samping itu diharapkan ada insentif yang jelas bagi para siswa, baik melalui pembebasan uang SPP, uang gedung atau pungutan yang lain. Sebab pada umumnya yang masuk jurusan ini sebagain besar adalah anak yang kurang mampu” ujar Hadi Priyanto.

Hadi juga berharap, para pengusaha mebel ukir yang ada di Jepara untuk bersedia memperhatikan pelestarian seni ukir melalui lembaga pendidikan. “Jangan hanya berharap mendapatkan tenaga kerja terampil, tetapi tidak bersedia memberikan perhatian terhadap pelestarian seni ukir Jepara. Baik kalau misalnya pengusaha besar yang telah berskala ekspor untuk memberikan bea siswa bagi anak-anak yang kurang mampu dengan konsep anak asuh,” pinta Hadi Priyanto. (Sul)

KOMENTAR SEDULUR ISK :