Kudus, ISKNEWS.COM — Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Tahun 2018 di halaman kantornya.
Job fair yang terbuka untuk umum dan gratis ini diselenggarakan mulai Rabu-Kamis tanggal 19 – 20 September 2018 dengan jam buka pukul 08.00 – 15.00 WIB.
Kepala Disnakerperinkop UKM, Bambang Tri Waluyo melalui Kabid Penempatan Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Bambang Santoso mengatakan, Para pencari kerja dapat melakukan pendaftaran langsung di lokasi. Job fair ini diikuti 20 perusahaan dan instansi dengan menyediakan lebih dari 7650 lowongan kerja.
Lowongan yang tersedia meliputi HRD, Supervisor, Operator Produksi, SPV Produksi, Foreman Produksi Account Officer (AO), Finance Administration Officer (FAO), Marketing, dan lainnya.
“Job fair merupakan upaya Pemkab Kudus mempertemukan pemberi kerja dan pencari kerja secara langsung. ujarnya saat ditemui isknews.com Rabu (19/9/2018) di kantornya.
Ia mengatakan bahwa Pemkab Kudus terus berupaya membuka kesempatan kerja yang lebih besar dari pada pertambahan angkatan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran terbuka menjadi berkurang.
“Kita apresiasi peran perusahaan di berbagai sektor dengan menghadirkan bursa kerja menjadi salah satu cara guna penyerapan tenaga kerja. Hal itu pun terus dikembangkan oleh Dinas Nakerperinkop dan UKM agar setiap tahun penyerapan tenaga kerja terus meningkat guna menekan jumlah pengangguran,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap karakter pekerjaan. Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, berbagai jenis pekerjaan diprediksi akan hilang. Namun di sisi lain, revolusi industri juga akan melahirkan jenis-jenis pekerjaan baru.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada peserta job fair, masyarakat luas umumnya, untuk terus berinovasi. Dengan cara belajar dan bekerja di atas standar. “Kalau dulu orang menggelorakan Merdeka Atau Mati. Maka sekarang Inovasi Atau Mati,” kata Bambang.
Aspek terpenting dalam menghadapi revolusi industri tersebut, imbuhnya, adalah memperkuat diri dengan berbagai keterampilan dan kompetensi kerja.
Ia berharap agar job fair ini dapat memfasilitasi pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan sesuai bakat minat dan kompetensinya, serta pembantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja kompeten.” Harapannya ini dapat berlangsung berkesinambungan dari tahun ke tahun karena bermanfaat bagi para pencari kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Para pencari kerja juga menyambut dengan antusias job fair tersebut. Selain membantu mereka bertemu langsung dengan perusahaan yang menyediakan lowongan kerja, kegiatan ini juga membantu mereka untuk menggali informasi lebih dalam seputar profil perusahaan hingga detail pekerjaan yang ditawarkan.
“Bagus juga ini buat yang lagi nyari-nyari kerja. Apalagi pilihan pekerjaannya lumayan banyak, mudah-mudahan kita segera mendapat pekerjaan yang diinginkan,” ucap Andi, Alumnus Teknik Industri UNDIP, salah seorang pencari kerja saat ditemui isknews.com. (AJ/YM)






